Thursday, 16 January 2020

Pelaku Penipuan, Kecurangan, Korupsi, Di Industri Asuransi

Penipuan datang dalam berbagai bentuk dan ukuran. Ini mungkin merupakan tindakan sederhana yang melibatkan satu orang atau mungkin operasi kompleks yang melibatkan sejumlah besar orang dari dalam dan luar perusahaan asuransi. Banyak kasus penipuan melibatkan transaksi keuangan yang rumit yang dilakukan oleh 'penjahat kerah putih', profesional bisnis dengan pengetahuan khusus dan niat kriminal. Pembahasan hanya mempertimbangkan jenis penipuan berikut: ' (a) Penipuan internal - Penipuan terhadap perusahaan asuransi oleh anggota direksi, manajer atau anggota staf lainnya dilakukan sendiri atau dalam kolusi dengan pihak lain yang bersifat internal atau eksternal dengan perusahaan asuransi (b) Penipuan pemegang polis Penipuan terhadap perusahaan asuransi dalam pembelian dan / atau pelaksanaan produk asuransi oleh satu orang atau orang-orang dalam kolusi dengan mendapatkan jaminan atau pembayaran yang salah. (c) Penipuan perantara - Penipuan oleh perantara terhadap penanggung, pemegang polis, pelanggan atau penerima manfaat. (d) Penipuan penunjang asuransi seperti penilai kerugian. Bengkel, dll Ada dua profil umum penipu asuransi: (a) Penipu “peluang”: penipu peluang biasanya adalah orang yang taat hukum yang melihat peluang untuk melakukan penipuan. Sebagai contoh, penipu jenis ini mungkin membayangkan bahwa perusahaan asuransi memiliki dana tanpa batas dan mungkin dapat diterima untuk membuat klaim untuk memulihkan biaya premi yang dibayarkan pada tahun-tahun sebelumnya ketika tidak ada klaim. Berkenaan dengan penipuan internal, penipu mungkin, misalnya, memalsukan pengeluaran atau entitas keuangan asuransi untuk keuntungannya. (b) Penipu "profesional": penipu profesional menghasilkan atau melengkapi penghasilannya dengan melakukan penipuan. Ia dapat terus melakukan penipuan hingga terdeteksi dan dapat menargetkan sejumlah perusahaan asuransi. Penjabaran profil penipu profesional adalah kejahatan terorganisir yang melibatkan sekelompok orang yang mampu melakukan penipuan yang kompleks dan ekstensif. Dana yang diperoleh secara penipuan dapat digunakan untuk membiayai tindakan kriminal lainnya. 1 Penipuan di INTERNAL ASURANSI Sebagai bagian dari manajemen risiko operasional, perusahaan asuransi harus mempertimbangkan dampaknya terhadap moral staf serta potensi kerugian finansial yang diakibatkan oleh penipuan internal. Penipuan internal juga menimbulkan risiko reputasi bagi perusahaan asuransi. Kasus yang parah dapat memicu keruntuhan ekonomi perusahaan asuransi. 1.1 Faktor-faktor yang mempengaruhi kerentanan entitas asuransi terhadap penipuan internal meliputi: a. Kompleksitasnya : penipuan internal lebih mungkin terjadi pada perusahaan asuransi dengan struktur organisasi yang kompleks, di mana terdapat peningkatan kompartemen tanggung jawab atau kurangnya identifikasi pada perusahaan asuransi. b. Kecepatan inovasinya : kecepatan perdagangan modern, pengembangan produk dan komputerisasi, mempromosikan peluang untuk penipuan. c. Kebijakan remunerasi dan promosinya : insentif untuk melakukan penipuan mungkin lebih besar jika gaji dan status karyawan bergantung pada pemenuhan target tertentu. d. Kelemahan dalam pengendalian internal : termasuk konsentrasi pengambilan keputusan dalam sejumlah kecil individu. e. Iklim ekonomi dan situasi bisnis : fase ketidakstabilan dalam perusahaan asuransi seperti merger dan akuisisi atau tawaran pengambilalihan dapat memberikan peluang tak terduga untuk penipuan. Penipuan lebih mungkin terjadi ketika sistem kontrol dan lingkungan perusahaan asuransi tidak cukup kuat. Umumnya, penipuan internal terjadi di semua tingkatan, termasuk di tingkat Direktur dan Manajemen Senior. Semakin tinggi tingkat di mana penipuan dilakukan, semakin tinggi kemungkinan kerugian finansial dan kerusakan reputasi. Karyawan yang mencuri uang tunai atau sumber daya perusahaan asuransi seperti peralatan, stok, atau informasi mewakili perilaku penipuan paling konvensional. Namun, karyawan yang korup juga terlibat dalam skema yang jauh lebih mahal. Ini termasuk suap dan sogok. Suap biasanya “membeli” sesuatu, misalnya, pengaruh penerima yang membuat keputusan bisnis. Meskipun tidak biasa seperti jenis penipuan lainnya, skema penyuapan komersial biasanya sangat mahal dan melibatkan kolusi antara karyawan dan pihak ketiga. Biasanya, skema ini melibatkan menerima suap atau komisi dari pemasok sebagai hadiah untuk pemberian kontrak. Jenis penipuan ini sangat sulit dideteksi, karena suap dibayar langsung dari pemasok kepada karyawan dan tidak melalui “pembukuan” perusahaan asuransi. Praktik korupsi semacam itu sering kali luput dari deteksi, kecuali jika diungkapkan oleh karyawan, vendor, atau pihak ketiga lainnya. 1.2 Tanda-tanda peringatan umum untuk penipuan internal adalah: a. Manajer senior atau anggota staf lain yang bekerja lembur, yang enggan untuk mengambil liburan atau yang tampaknya berada di bawah tekanan permanen b. Anggota Direktur, manajer senior atau anggota staf lainnya mengundurkan diri secara tak terduga c. Perubahan kepribadian yang ditandai dari anggota Direktur, manajer senior atau anggota staf lainnya d. Kekayaan yang tidak dapat dijelaskan atau hidup di luar kemampuan nyata oleh anggota Direktur, manajer senior atau anggota staf lainnya e. Perubahan mendadak gaya hidup anggota Direktur, manajer senior atau anggota staf lainnya f. Manajer kunci atau anggota staf yang memiliki terlalu banyak kendali dan / atau wewenang tanpa pengawasan atau audit oleh orang lain, atau yang menolak atau menolak untuk (independen) meninjau kinerja mereka g. Anggota Direktur, manajer senior atau anggota staf lain dengan kepentingan bisnis eksternal dan / atau hubungan yang nyaman dengan pihak ketiga yang menimbulkan konflik kepentingan. Misalnya, jumlah bisnis yang tidak proporsional atau bentuk lain dari "dukungan" dapat diberikan kepada pihak ketiga yang tidak berjarak jauh dari manajer atau anggota staf h. Keluhan pelanggan i. Pernyataan yang hilang dan transaksi yang tidak diakui j. Kenaikan biaya tanpa penjelasan. Adanya tanda atau indikator peringatan ini tidak berarti bahwa penipuan internal telah atau akan terjadi. Namun demikian, perusahaan asuransi harus mewaspadai tanda-tanda atau indikator peringatan ini, terutama ketika lebih dari satu terjadi. Praktik dan kondisi bisnis antara lain : a. Pergantian manajemen tinggi. b. Pergantian staf di departemen keuangan dan akuntansi tinggi. c. Informasi yang tidak memadai tersedia tentang audit sebelumnya. d. Struktur kontrol internal lemah. e. Operasi manajemen dan keputusan keuangan didominasi oleh satu orang atau oleh beberapa orang yang umumnya bertindak bersama. f. Tugas dan / atau transaksi sangat rumit, membutuhkan keterampilan khusus. g. Ada indikasi masalah keuangan, misalnya, modal tidak memadai atau peningkatan utang yang belum dibayar. h. Prinsip-prinsip akuntansi diubah, merevisi estimasi akuntansi atau penundaan dalam penerbitan laporan keuangan sebelum mendapatkan pembiayaan atau peristiwa besar lainnya. i. Biaya meningkat secara tidak adil atau biaya jauh lebih tinggi daripada biaya dari unit bisnis atau pesaing yang sebanding. j. Program pelatihan lemah. k. Struktur organisasi terlalu kompleks. l. Audit internal tidak ada atau lemah. m. Direktur memiliki proporsi direktur eksekutif yang sangat tinggi. n. Anggota Direktur, Manajemen Senior atau staf lain memiliki kepentingan bisnis eksternal dan / atau hubungan yang nyaman dengan kontraktor. o. Keluhan atau sinyal diterima dari pihak luar (seperti pemasok atau pelanggan) dan / atau ada pernyataan yang hilang dan transaksi yang tidak diakui. p. Sistem keamanan untuk data dan aset lemah. q. Perubahan mendadak dilakukan pada strategi perusahaan asuransi m. Aset direstrukturisasi tanpa penjelasan (misalnya, perubahan signifikan dalam aset non produktif). n. Akuntansi buruk. o. Hasil dan rasio keuangan tidak berkorelasi. p. Terjadi perubahan yang tidak dapat dijelaskan dalam nilai saham. q. Transaksi, proses atau pengeluaran tidak terdokumentasi dengan baik. r. Transaksi tidak biasa mengenai waktu (misalnya, hari dalam seminggu, musim), frekuensi (terlalu banyak, terlalu sedikit), tempat (terlalu dekat, terlalu jauh), jumlah (terlalu tinggi, terlalu rendah, terlalu konsisten, terlalu berbeda) dan pihak (pihak terkait, hubungan aneh). s. Penyesuaian kredit yang berlebihan (jumlah dan harga) untuk vendor tertentu terjadi dan / atau kredit dikeluarkan oleh departemen yang tidak diotorisasi. t. Manual prosedural untuk departemen dan / atau divisi kurang atau tidak dipenuhi. u. Anggota Direktur, manajer senior atau staf lain bertindak dalam peran ganda yang mengarah pada konflik kepentingan (misalnya, bertindak sebagai auditor internal dan manajer klaim). v. Struktur komisi yang tidak biasa ada. w. Kegiatan tidak konsisten dengan Polis yang dinyatakan oleh perusahaan asuransi. 1.3 Departemen diperusahaan Asuransi yang melakukan Penipuan : 1.3.1 Penipuan Departemen PEMASARAN a. Memberikan informasi fakta material tidak benar ke Underwriting b. Menerima bisnis dengan status jaminan tidak sesuai yang penting gross premi besar c. Membuat hasil Produksi mencapai target pada akhir tahun dan awal tahun bisnisnya dibatalkan dan premi tidak dibayarkan (bisnis fiktif) d. Tertanggung mengasuransikan langsung dirubah menjadi lewat perantara e. Tidak memahami produk yang sedang dipasarkan f. Menerima pembagian komisi dari perantara. g. Memaksa underwriting untuk menjamin pertanggungan dengan risiko tinggi dan loss ratio besar h. Memaksa Klaim yang tidak dijamin menjadi dijamin i. Memaksa underwriting untuk menerima bisnis dengan prinsip, Tidak disurvey, Tidak ada subrograsi, tidak ada salvage j. Memberikan suap kepada perantara asuransi agar mendapatkan bisnis k. Memberikan tarif premi murah kepada group perusahaan Asuransi sendiri l. Menjamin semua klaim dari group perusahaan Asuransi m. Polis All risk, Diterjemahkan semua risiko dijamin n. Mengambil semua bisnis dari group Perusahaan Asuransi sendiri o. Tidak menjelaskan perbedaan antara jaminan comprehensive dan all Risk 1.3.2 Departemen TEKNIK 1.3.2.1 Unit UNDERWRITING a. Menerima bisnis atau jaminan dengan status tidak sesuai b. Menerima bisnis dengan prinsip, Tidak disurvey, Tidak ada subrograsi, tidak ada salvage c. Tanpa menganalisa profil risiko yang akan dijamin bila preminya besar. d. Tidak menganalisa atau membuat statistik data klaim / trend klaim yang terjadi. e. Selalu menerima bisnis dalam prosentase, misalnya bisnis apapun hanya 15% f. Membuat 2 polis yang berbeda khususnya untuk tarip premi ataupun klausul g. Membuat polis dengan rate : “as agreed” h. Membuat Polis untuk pantas-pantas sekadar mengikuti tata cara yang berlaku a. Polis tidak sesuai dengan Risikonya, Jaminan dalam asuransi jiwa dimasukan dalam jaminan asuransi umum atau sebaliknya b. Isi Wording polis dan Rate premi tidak sesuai dengan wording polis yang diajukan pada saat pengajuan produk baru ke OJK c. Jaminan back up belum penuh 100% sudah menerbitkan Polis d. Kurang paham risiko okupansi jaminan yang diterima e. Menambah term dan Condition setelah terjadinya klaim f. Memberikan Wording dan klausul bertolak belakang (ambiguity) atau Judul klausul sama tapi wording berbeda atau Klausul yang bertentangan dengan isi Polis g. Perbedaan dalam Polis Condition h. Mencantumkan premi dipolis tidak sama dengan dinota i. Memberikan kode okupansi pertanggungan yang tidak benar j. Menggunakan single rate atau Net rate k. Kurang memahami istilah excess, Franchis dan Deductible serta l. Kurang memahami istilah Limit, Sub Limit dan first loss Limit, serta istilah All Risk m. Semua bisnis diterima tanpa melakukan underwrite yang penting ada backup Reasuransi n. Memberikan Subsidi untuk tarip premi Gempa Bumi, banjir dan Captive (group Perusahaan) o. Polis dibuat dengan tulisan kecil dan tidak menggunakan tinta merah hal penting p. Warranty Premiun Clause untuk rangka kapal 3 Bulan q. Tidak mencadangkan premi (unearned premium) untuk polis yang berumur diatas 1 tahun r. Jaminan open cover untuk Asuransi Marine Cargo lebih dari 1(satu) untuk tertanggung yang sama s. Umur Kapal dihitung dari tahun pembangunan kembali t. Tidak ada perjanjian kerahasiaan untuk data yang penting - Non Disclosure Agreement (NDA). u. Menerima jaminan undertable. 1.3.2.2 Unit REASURANSI a. Mempunyai Pandangan bahwa perusahaan Asuransi (penanggung) harus selalu untung b. Merekayasa Risiko dan Profil risiko c. Merekayasa Statistik d. Menyatakan Reasuradur lain sudah aksep padahal belum e. Penempatan Ke Penanggung ulang ( Reasuradur) dengan keamanan yang kurang jelas atau penempatan undertable ke Asuransi lain f. Term dan condition tidak sesuai ketentuan treaty g. Penempatan Reasuransi dengan layer yang komplikated dan tidak transparan h. Tidak membagi sesi ke reasuradur jika risiko dianggap aman i. Mensesikan pertanggungan yang sudah mengalami klaim j. Memberikan sesi hanya untuk pertanggungan yang jelek dengan risiko tinggi k. Tidak menahan retensi untuk Perusahanan asuransi (fronting) l. Memindah-mindahkan sesi treaty ke reasuradur m. Memotong jumlah sesi treaty kepada Reasuradur n. Membuat treaty ganda o. Blok pemasaran tanpa surat perjanjian p. Menunda pembayaran premi ke Penaggung ulang (Reasuradur) q. Mengangsur pembayaran premi ke Reasuradur r. Premi sebenarnya tidak sesuai pada saat Pencocokan s. Premi ditahan sendiri seharusnya ke treaty t. Komisi reasuradur tidak sesuai dengan sebenarnya u. Laporan klaim yang sangat terlambat v. Table limit berbeda saat sesi dan saat klaim w. Tidak membuat Provisional Notice Of Cancellation (PNOC) x. Pembayaran klaim melalui Cash call dan Statement of account (SOA) 1.3.2.3. Unit Penanganan KlAIM : a. Membayar lebih Rendah Kepada Tertanggung dari yang diterima dari Reasuradur b. Membayar lebih rendah dari adjustment klaim c. Markup Jumlah klaim Bersama oknum klaim / tertanggung / adjuster / bengkel d. Material pengganti Kwalitas Rendah e. Spare Part Kwalitas kelas II/ III ataupun Tiruan f. Material pengganti adalah material Bekas g. Reasuradur dikatakan belum membayar klaim sebenarnya sudah membayar h. Melakukan Potongan Klaim i. Menagih pembayaran klaim ke reasuradur pada hal klaim tertanggung belum dibayar j. Menagih Kereasuradur lebih tinggi dari adjustment klaim k. Memanfaatkan indemnity ataupun Reinstatement l. Meminta jatah Bulanan Dari Bengkel m. Mencicil Klaim Ke statement of account n. Memperbesar kerugian tunai (cash loss) o. Data loss Record Disembunyikan p. Negoisasi dengan tertanggung agar bayar dibawah adjuster report q. Nasabah Ditakut – takuti bahwa klaimnya tidak dapt dibayar r. Oknum Asuransi minta invoice / kwitansi palsu / fiktif ke Bengkel s. Penunjukan Nominated Adjuster Contoh praktik itikad buruk Penanganan Klaim asuransi meliputi: a. Secara otomatis menolak jaminan tanpa menyelidiki klaim Tertanggung b. Mengambil jumlah waktu yang tidak masuk akal untuk menentukan apakah perlindungan berlaku pada saat terjadi cedera / kerugian Tertanggung c. Mengabaikan surat atau panggilan telepon Tertanggung d. Menolak untuk bernegosiasi dengan Tertanggung setelah Tertanggung mengajukan klaim yang sah e. Gagal membayar atau menolak klaim Tertanggung dalam waktu yang wajar. f. Menolak untuk merundingkan penyelesaian yang adil ketika pertanggungjawaban tertanggungnya jelas g. Gagal memberikan penjelasan tertulis yang jelas tentang alasan penolakan klaim Tertanggung h. Mengutip undang-undang secara tidak benar sebagai alasan untuk meminimalkan atau menolak klaim Tertanggung i. Mengubah penyesuai semata-mata menyebabkan penundaan begitu Tertanggung masuk ke negosiasi j. Secara sengaja menyeret negosiasi tanpa penyelesaian sampai undang-undang pembatasan berakhir k. Menggunakan istilah medis atau hukum yang salah atau sengaja tidak pantas untuk menolak atau meminimalkan klaim Tertanggung. 1.3.3 Departemen KEUANGAN : 1.3.3.1 Unit FINANSIAL & AKUNTING a. Merekayasa laporan keuangan yang tidak dapat memenuhi kewajiban jangka pendek menjadi memenuhi Kewajibannya b. Merekayasa laporan Risk Base Capital (RBC) rendah ke RBC tinggi melebihi 120 % c. Memindahkan produksi akhir tahun ke tahun berikutnya atau produksi tahun depan ke tahun berjalan d. Membukukan seluruh premi polis jangka Panjang menjadi premi tahun berjalan tanpa cadangan premi e. Memperkecil cadangan teknis guna menaikan keuntungan perusahaan pada laporan keuangan f. Meminjam uang untuk memperbesar RBC pada setiap akhir triwulan / Tahun untuk kepentingan laporan keuangan Ke OJK, setelah melaporkan ke OJK, modal setor ditarik kembali Sehingga modal yang disetor tidak bisa digunakan g. Memindahkan keuntungan Perusahaan untuk mengurangi Pajak h. Memberikan tertanggung untuk pembayaran premi melebihi 60 hari atau pembayaran premi tidak mentaati WPC atau TC yang disepakati i. Perusahaan mempunyai lebih dari 1 (satu) pembukuan untuk berbeda kepentingan. Biaya Pendidikan digunakan untuk perjalanan dinas atau outing karyawan. k. Banyaknya Piutang Yang Tidak Tertagih (Outstanding Revenue) l. Banyaknya Akrualisasi Pendapatan m. Banyaknya Beban Kas yang tidak diakui sebagai beban tahun berjalan (Beban Di tangguhkan / Deffered Expense) n.. Tidak melakukan akrualisasi beban meskipun pendapatan telah diakui. 1.3.3.2 Unit INVESTASI : Berikut ini adalah contoh perilaku yang dapat membentuk, atau dapat membuat dana dan unit investasi lebih rentan terhadap penipuan. a. Memalsukan kinerja atau laporan keuangan (Memalsukan buku dan catatan) Manipulasi laporan dan data membuat kondisi keuangan bisnis terlihat lebih baik atau lebih buruk dari itu. Jenis penipuan ini mencakup mengubah pembukuan dan catatan dana untuk menutupi kerugian atau menciptakan kinerja yang tidak ada. Ini sering dicapai dengan menciptakan investasi atau kinerja yang tidak ada dan mungkin melibatkan kolusi dengan "pihak terkait." b. Bias akan mempengaruhi objektivitas dan indikasi nilai. Sengaja membuat bias agar hasil menyesatkan penilaian Jenis manipulasi sulit untuk dideteksi karena perubahan halus dalam asumsi, terutama perubahan dalam asumsi individu sendiri, masih muncul dalam ranah kewajaran, dapat memiliki dampak agregat yang dapat secara signifikan menggeser nilai. c. Persiapan tidak memenuhi syarat. Memilih pembuat persiapan yang tidak memiliki pengetahuan tentang praktik penilaian terkemuka, tidak menerapkan metodologi penilaian yang berlaku, atau gagal memberikan bukti yang memadai untuk asumsi yang menghalangi upaya pengawasan. d. Putaran Insider pembiayaan atau manipulasi kesepakatan. Dalam beberapa putaran pembiayaan, investor yang ada dapat berkolusi untuk memanipulasi menetapkan harga dari putaran baru, membeli harga sangat tinggi dijual dengan harga negoisasi (window dressing). e. Menyalahgunakan aset Jenis penipuan ini melibatkan pencurian aset dana dan sering dilakukan dengan menyebabkan dana untuk membayar investasi fiktif atau mengalihkan pembayaran kepada investor (seperti untuk distribusi). Oleh karena itu, dalam hal terkait dana, penyalahgunaan aset sering disertai dengan pembukuan dan catatan palsu dalam upaya untuk menutupi penipuan. f. Pembentukan skema Ponzi adalah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya, bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi ini g. Penyalahgunaan dana klien untuk keuntungan pribadi. h. Pendapatan investasi disalahgunakan. i. Keputusan investasi dana yang tidak dalam kepentingan terbaik menyebabkan hilangnya dana aset, j Investasi tidak resmi untuk keuntungan pribadi atau menutupi kerugian. l. Dokumen pengungkapan yang disengaja salah atau menyesatkan mengaburkan kinerja dana yang sebenarnya. 2. Penipuan TERTANGGUNG : Sebagai bagian dari manajemen risiko operasional, perusahaan asuransi harus mempertimbangkan potensi kerugian finansial dan risiko reputasi yang diakibatkan oleh penipuan pemegang polis dan penipuan klaim. Kasus yang parah berpotensi memicu kehancuran ekonomi perusahaan asuransi. Ini adalah risiko serius bagi perusahaan asuransi. Penipuan pemegang polis dan penipuan klaim dapat dilakukan oleh pemegang polis pada awal kontrak asuransi, selama kontrak asuransi atau ketika mengklaim pembayaran atau kompensasi. Penipuan klaim juga dapat dilakukan oleh pihak ketiga yang terlibat dalam penyelesaian klaim. Sebagai contoh, praktisi medis dapat mengklaim layanan medis yang belum disediakan atau tehnisi dapat meningkatkan biaya perbaikan. Pemegang polis dapat dengan sengaja menahan, atau memberikan informasi latar belakang dan informasi lainnya yang tidak benar, misalnya penolakan pertanggungan oleh perusahaan asuransi lain atau latar belakang klaim. Ini adalah risiko serius bagi perusahaan asuransi, yang mungkin tidak menyediakan perlindungan atau yang akan menyediakan perlindungan dalam kondisi yang berbeda (premi lebih tinggi atau retensi lebih tinggi) jika mereka memiliki informasi ini. Contoh penipuan klaim pemegang polis dan penipuan klaim dalam asuransi, dan dapat memiliki salah satu fitur berikut: a. Melaporkan dan mengklaim kerusakan atau kerugian fiktif b. Kerusakan yang berlebihan atau kerugian yang ditanggung oleh asuransi c. Salah mengartikan fakta untuk menciptakan tampilan insiden yang dijamin oleh Polis d. Kesalahan penyajian pihak yang dirusak oleh penipu e. Membuat Skenario terjadinya insiden yang menyebabkan kerusakan atau kerugian yang terjamin dalam polis. f. Tertanggung memberikan suap pada adjuster agar juamlah dan nilai klaimnya menjadi besar g. Mengaku wakil tertanggung untuk mengurus klaim keperusahaan Asuransi h. Menggunakan faktur harga yang tidak sesuai i. Mengasuransikan setelah objek mengalami kerusakan atau hilang j. Lokasi atau obyek klaim yang dirubah Misalnya no register tower crane XXXXX dirubah menjadi YYYYY (sesuai no klaim) k. Mengasuransikan sebagian untuk seluruh kendaraannya l. Menyembunyikan data Pengalaman kerugian m. Mobil hilang disebabkan Penggelapan atau dibawa lari sopir n. Penunjukan Nominated Adjuster Penipuan klaim dapat terjadi bersamaan dengan jenis penipuan lainnya, seperti penipuan identitas. Misalnya, telah ada kasus perawatan medis yang diberikan kepada orang yang menggunakan identitas orang lain yang diasuransikan terhadap biaya perawatan medis ini. Penanggung harus menangani penipuan pemegang polis dan mengklaim risiko penipuan sebagai bagian dari risiko operasional bisnis mereka. Dalam menetapkan kebijakan, prosedur, dan kontrol yang paling tepat, perusahaan asuransi menilai manfaat dan biaya pencegahan dan deteksi penipuan, tetapi perlu: a. Memahami bahwa sementara kemudahan b. dan kecepatan penerimaan dan penyelesaian klaim diinginkan dari perspektif pemasaran, hal itu dapat mengakibatkan risiko penipuan yang lebih tinggi. Risiko ini dapat dikurangi dengan kebijakan, prosedur, dan kontrol anti-penipuan yang memadai. c. Mempertimbangkan tanggung jawab moral dan etis mereka untuk mencegah penipuan dan mempromosikan integritas industri asuransi. d. Mengakui bahwa penipuan memengaruhi reputasi mereka - konsumen dapat menganggap penipuan terkait dengan kegiatan kriminal lainnya dan berharap bahwa frekuensi penipuan yang tinggi akan mengarah pada premi yang lebih tinggi atau kemungkinan kegagalan membayar klaim. a. Mengidentifikasi, mencegah dan mendeteksi jenis penipuan yang harus mendapat perhatian khusus karena mengancam kepentingan pemegang polis atau pihak ketiga lainnya, misalnya penipuan oleh geng kriminal terorganisir yang melakukan penipuan dan kecurangan yang kompleks dan ekstensif yang memerlukan tindakan kriminal lainnya, seperti seperti kecelakaan mobil yang direncanakan. Penipuan pemegang polis, pencegahan klaim dan pencegahan penipuan Penipuan pemegang polis, pencegahan klaim dan pencegahan penipuan dimulai dengan pengembangan produk yang memadai (pemeriksaan produk) oleh perusahaan asuransi. Ketika merancang produk asuransi baru, perusahaan asuransi perlu mewaspadai faktor-faktor penambah risiko. Misalnya, pemegang polis yang mengalami kesulitan keuangan dapat didorong untuk melakukan pencurian mobil atau melakukan pembakaran ke properti mereka jika ketentuan kontrak asuransi memberikan kompensasi berdasarkan nilai penggantian, bukan nilai saat ini atau "New for old" . Ini bisa menjadi pertimbangan ketika memutuskan syarat kontrak Polis. Penanggung juga dapat mempertimbangkan menawarkan Polis dengan layanan penggantian klaim. Dalam Polis ini kerugian tersebut dikompensasikan dengan penggantian dalam bentuk bukan kompensasi dalam bentuk tunai. Ini bukan untuk mengatakan bahwa istilah-istilah ini tidak boleh digunakan, tetapi perusahaan asuransi harus menyadari bahwa mereka dapat meningkatkan risiko penipuan dan harus memastikan adanya kontrol yang tepat untuk mengurangi risiko-risiko ini. Penanggung harus menilai risiko penipuan yang melekat pada produk asuransi yang ada. Dalam membuat penilaian mereka, perusahaan asuransi harus melibatkan mereka yang memiliki keahlian yang relevan, misalnya : risk engineer, penilai kerugian atau ahli forensik klaim. 3. Penipuan PERANTARA (Agen, Arranger, Broker, Bancassurance ) Perantara asuransi independen atau sebaliknya - penting untuk distribusi, penjaminan dan pemrosesan klaim dan penyelesaian. Dimungkinkan bagi perantara untuk menyimpan catatan klien perusahaan asuransi. Perantara oleh karena itu terlibat dalam beberapa proses dan transaksi yang paling penting dari perusahaan asuransi dan sangat penting dalam manajemen risiko operasional dan risiko penipuan. Perantara duduk dalam posisi saling percaya antara pembeli asuransi dan perusahaan asuransi. Ketika kepercayaan membentuk elemen dasar dari transaksi apa pun, ada bahaya kepercayaan ini disalahgunakan. Contoh keterlibatan perantara dalam penipuan, Kasus spesifik dan contoh penipuan (dugaan) perantara dalam asuransi, dan termasuk:  Menahan premi yang dikumpulkan dari pemegang polis sampai klaim dilaporkan.  Mengasuransikan pemegang polis yang tidak ada saat membayar premi pertama, mengumpulkan komisi dan membatalkan asuransi dengan menghentikan pembayaran premi lebih lanjut,  Berkolusi dengan pemegang polis untuk melakukan penipuan klaim atau jenis penipuan lainnya, misalnya, transaksi backdating dengan memberikan informasi palsu kepada perusahaan asuransi, 3.1 Tanda-tanda peringatan umum untuk penipuan perantara termasuk di mana: a. Perantara meminta pembayaran komisi segera atau pembayaran komisi di muka. b. Pemegang polis / tertanggung tinggal di luar wilayah tempat perantara beroperasi c. Perantara memiliki portofolio kecil tetapi jumlah yang diasuransikan tinggi d. Premi yang diterima dan komisi yang dibayarkan di atas atau di bawah norma industri untuk jenis Polis sama e. Pemegang polis diminta untuk melakukan pembayaran melalui perantara di mana ini merupakan praktik bisnis yang tidak biasa f. Tertanggung dan perantara diwakili oleh orang yang sama g. Ada hubungan pribadi atau hubungan dekat lainnya antara klien dan perantara h. Ada perkembangan atau hasil yang tidak terduga seperti:  Rasio klaim yang tinggi  Peningkatan produksi yang luar biasa atau tanpa alasan yang jelas  Sejumlah besar penggantian Polis dengan komisi.  Tingkat pembatalan awal atau penyerahan yang tinggi  Sejumlah besar klaim yang belum diselesaikan. i. Portofolio perantara memiliki sejumlah besar polis asuransi  Komisi lebih tinggi dari premi pertama  Dengan pembayaran tunggakan premi  Dengan pembayaran tidak lama setelah Melahirkan (khususnya asuransi jiwa)  Dengan jumlah besar penipuan klaim  Dengan sejumlah besar orang yang diasuransikan dengan risiko tinggi, misalnya, orang lanjut usia j. Perantara sering mengubah alamat atau nama. k. Sering terjadi perubahan dalam kontrol atau kepemilikan perantara. l. Ada sejumlah keluhan atau pertanyaan peraturan. m. Perantara berada dalam kesulitan keuangan. n. Perantara terlibat dalam bisnis pihak ketiga yang tidak sah. o. Perantara membuat Polis sendiri. Perantara mendesak untuk menggunakan penentu kerugian tertentu dan / atau kontraktor untuk perbaikan. 3.2 Penipuan Perantara dapat memiliki variasi halus: a. Penutupan yang diduga tidak ada karena premi telah dicuri oleh perantara dan tidak diteruskan ke perusahaan asuransi yang diklaim. Hasilnya adalah tertanggung mengaku kehilangan uangnya. b. Penutupan dugaan memang ada tetapi premi telah dicuri oleh perantara yang memiliki wewenang mengikat. Hasilnya dalam kasus ini adalah bahwa tertanggung yang diasuransikan akan ditanggung karena masalah otoritas yang kelihatan tetapi penanggung kalah karena harus menyediakan pertanggungan yang tidak menerima premi. c. Penutupan yang diduga tidak ada pada perusahaan asuransi yang diakui atau telah ditempatkan pada perusahaan asuransi sub-standar atau penipuan. Pemegang polis tidak akan ditanggung oleh penanggung yang disebutkan dalam dokumentasi polis dan klaim tidak dapat dipenuhi oleh penanggung yang sebenarnya. d. Penutupan yang diduga tidak ada dan perantara bermaksud bertindak sebagai penanggung dan membayar klaim. Hasilnya adalah bahwa beberapa orang yang diasuransikan akan membayar klaim mereka dan beberapa mungkin tidak. Ketika perantara kehabisan premi untuk membayar klaim, kecenderungannya adalah mencari semakin banyak pemegang polis untuk menutupi kerugian. Ketika skema iniakhirnya runtuh ada sejumlah besar korban. Penipuan komisi oleh perantara terjadi ketika mengasuransikan pemegang polis yang tidak ada saat membayar premi pertama kepada perusahaan asuransi, mengumpulkan komisi dan membatalkan jaminan asuransi dengan menghentikan pembayaran premi lebih lanjut. Perantara mungkin mengumpulkan komisi dari perusahaan asuransi dan pada saat yang sama membebankan biaya konsultasi kepada tertanggung (dibeberapa yurisdiksi ini adalah illegal) 3.3 Beberapa penipuan yang dilakukan perantara : a. Isi wording klausul dan judul Berbeda atau Klausul yang bertentangan dengan isinya, juga dengan warranty / condition polis b. Polis tidak sesuai dengan placing slip c. Memperluas jaminan dengan berbeda kelas bisnis dan jenis asuransi d. Security list asuransi yang dibuat tidak sesuai e. Placing slip batal (penempatan fiktif) f. Merubah tanggal dimulainya Jaminan (Back dated cover) : perantara mengundurkan tanggal polis asuransi untuk pertanggungan asuransi setelah kecelakaan telah terjadi. Sebagai imbalan dari kegiatan ilegal ini, agen / broker meminta bayaran g. Penilaian fiktif : Contoh lain menyangkut salah satu prinsipal dari perusahaan perantara yang dengan sengaja memberikan informasi yang salah mengenai nilai polis kepada klien. h. Perbedaan Rate: Rate yang diberikan pada tertanggung lebih tinggi dari pada ke penaggung (asuransi) i. Mengambil bisnis perantara lain tanpa perjanjian dari Tertanggung j. Mengancam asuransi akan menarik semua bisnis yang diberikan jika klaim tidak dibayar atau jika asuransi tidak mau menerima bisnis risiko tinggi. k. Komisi dan "kecurangan penawaran" : menerima pembayaran dari perusahaan asuransi selain komisi penjualan, yang disebut "komisi kontinjensi" atau biaya rekayasa atau penawaran palsu diminta, yang mungkin tidak kompetitif l. Komisi untuk Retensi, Perantara mengganggap bahwa objek pertanggungan akan aman maka komisi digunakan untuk operasional. x. Biaya kepada oknum tertanggung dan asuransi, Biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan bisnis dari oknum tertanggung dan penempatan bisnis. y. Premi Qoutation slip berbeda dengan realisasi z. Premi tidak diteruskan atau ditahan oleh perantara untuk biaya operasional atau untuk usaha lain sehingga terjadi masalah bila terjadi klaim oleh tertanggung aa. Penempatan belum 100%, mengatakan sudah full placing bb. Perantara tidak mencadangkan komisi yang diterima untuk pertanggungan jangka Panjang. 3.4 Pencegahan dan deteksi penipuan perantara Penanggung harus mengambil semua langkah wajar untuk mengonfirmasi bahwa perantara yang mereka gunakan memenuhi standar kesesuaian dan kepatutan dan memiliki perlindungan yang memadai untuk perilaku bisnis yang sehat. Untuk mencapai ini secara efektif, perusahaan asuransi harus memberikan persyaratan bisnis kepada perantara yang teregulasi dan harus mempertimbangkan: a. Memiliki kebijakan dan prosedur yang terdokumentasi untuk pengangkatan perantara baru. b. Memiliki formulir aplikasi dan ketentuan perjanjian bisnis yang harus dilengkapi dan ditandatangani oleh perantara c. Memastikan formulir aplikasi mengharuskan pemohon untuk mengungkapkan fakta yang relevan tentang diri mereka sendiri d. Memeriksa kesehatan keuangan pemohon dan memeriksa referensi e. Memiliki kebijakan sanksi yang efektif dalam hal ketidakpatuhan dilakukan oleh perantara. Ketentuan perjanjian bisnis dapat meminta perantara pemohon untuk mengkonfirmasi: a. Bahwa pengenalan bisnis kepada perusahaan asuransi sesuai dengan perjanjian tidak melanggar kewajiban hukum lainnya atau aturan dari otoritas yang berwenang dalam yurisdiksi yang relevan b. Bahwa setiap saat selama jangka waktu perjanjian, perantara akan mempertahankan semua lisensi, otorisasi atau registrasi wajib dan mematuhi semua hukum dan peraturan yurisdiksi yang berlaku di mana ia beroperasi c. Kepatuhannya terhadap kebijakan, prosedur, dan kontrol anti-penipuan perusahaan asuransi Untuk mengurangi potensi penipuan komisi, perusahaan asuransi harus mempertimbangkan: a. Tidak membayar komisi sebelum premi pertama dibayarkan b. Tidak membayar komisi lebih dari persentase tertentu dari premi yang dibayarkan c. Menjaga bagian dari komisi yang diperoleh dalam setoran sementara ketika berhadapan dengan perantara baru yang tidak dikenal d. Membuat perbedaan yang jelas antara pendanaan perantara dan pembayaran komisi. Penanggung harus memiliki kebijakan, prosedur, dan kontrol terdokumentasi untuk memantau kinerja dan bisnis perantara. Kebijakan, prosedur, dan kontrol ini harus diberitahukan kepada perantara. Elemen yang perlu dipertimbangkan dapat termasuk, tetapi tidak terbatas pada: a. Kualitas bisnis, termasuk kesehatan dan etika perilaku bisnis perantara dan integritas Direktur, Manajemen Senior dan staf lainnya b. Tingkat dan pola bisnis yang diantisipasi dan aktual c. Tanda-tanda peringatan yang telah disebutkan Kemungkinan prosedur dan kontrol tambahan untuk mencegah penipuan perantara bagi perusahaan asuransi yang perlu dipertimbangkan adalah untuk: a. Mengirim Polis dan dokumen pembaruan langsung ke pemegang polis daripada melalui perantara, perantara dapat diberikan salinannya b. Menginstruksikan perantara untuk tidak menerima pembayaran premi secara tunai c. Membuat semua cek premi dibayarkan kepada perusahaan asuransi dan tidak mengizinkan perantara untuk menegosiasikan pembayaran cek kepada perusahaan asuransi d. Memastikan perantara yang mengoperasikan rekening klien memiliki perlindungan yang memadai, dengan kontrol atas siapa yang dapat mengoperasikan otorisasi bank dan dengan jalur pelaporan yang sesuai e. Memiliki staf dari perusahaan asuransi atau auditornya secara berkala mengaudit bisnis asuransi dari perantara 4, Penipuan PENUNJANG Asuransi 4.1 Penipuan Bengkel : a. Material pengganti Kwalitas Rendah. b. Spare Part Kwalitas kelas II/ III ataupun Tiruan. c. Material pengganti adalah material Bekas. d. Membongkar kerusakan sebelum disurvey atau menerima surat Perintah Kerja (SPK) e. Memperbaiki / mengganti lebih dari yang rusak atau dengan sengaja merusak kendaraan bagian yang tidak mengalami kerusakan atau menambah angka untuk meningkatkan tagihan perbaikan. f. Menaikan harga spare part dan ongkos kerja. g. Menunjukkan spare part yang rusak tak terkait penyebab kerusakan h. Mengganti spare part yang tidak rusak dengan spare part yang rusak i. Memberikan invoice / kwitansi palsu / fiktif ke oknum Asuransi j. Memelihara oknum perantara atau oknum Asuransi agar menjadi Bengkel rekanan yang selalu mendapat pekerjaan 4.2 Penipuan Klaim adjuster : a. Konspirasi dengan Menaikkan nilai klaim atas permintaan tertanggung, b. Menambahkan material, part, stock yang tidak mengalami kerusakan masuk dalam daftar Kerusakan. c. Membuat penilaian yang tidak mendasar d. Tidak menggali lebih jauh penyebab dari suatu Klaim e. Memberikan Suap ke perantara atau Asuransi agar menjadi Adjuster yang ditunjuk f. Membantu skenario kejadian agar kerugian yang tidak dijamin menjadi dijamin 5. Risk Assessment Penipuan, korupsi, kecurangan Dasar-dasar program manajemen risiko penipuan yang efektif berakar pada Risk Assessment, diawasi oleh direktur, yang mengidentifikasi di mana penipuan dapat terjadi dalam organisasi. Risk Assessment penipuan harus dilakukan secara sistematis dan berulang, melibatkan personel yang tepat, mempertimbangkan skema dan skenario penipuan yang relevan, dan memetakan skema dan skenario penipuan tersebut untuk memitigasi kontrol. Adanya Risk Assessment penipuan dan fakta bahwa manajemen mengartikulasikan keberadaannya bahkan dapat menghalangi calon pelaku penipuan. Untuk menjawab tantangan masalah terkait risiko penipuan diperusahaan, PT. Multipilar Energi telah mengembangkan aplikasi Digital Enterprise Risk Management (ERM), di mana pelanggan kami dengan mudah dan cepat menemukan lokasi, sebab dan dampak yang akan timbul dalam menjalankan kegiatan di perusahaan. Sehingga bisa segera melakukan mitigasi yang tepat dalam menangani risiko. Digital ERM yang dirancang untuk membantu manajemen dan direksi menjawab pertanyaan bisnis sebagai berikut: a. Apa risiko terhadap strategi bisnis dan operasi (pertanggungan)? b. Berapa banyak risiko yang akan diambil (risk appetite)? c. Bagaimana kita mengelola pengambilan risiko (budaya, tata kelola dan kebijakan)? d. Bagaimana kita menangkap informasi yang kita butuhkan untuk mengelola risiko ini (data risiko dan infrastruktur)? e. Bagaimana kita mengendalikan risiko (lingkungan kontrol)? f. Bagaimana kita mengetahui besarnya berbagai risiko (pengukuran dan evaluasi)? g. Apa yang harus kita lakukan terhadap risiko (respons) ini? h. Hal-hal apa yang mungkin menghambat proses bisnis perusahaan (stress testing)? i. Bagaimana risiko-risiko ini saling terkait (stress testing)? Manfaat penerapan ERM secara konsisten, adalah: a. Tingkatkan efektivitas organisasi Dengan adanya ERM, koordinasi yang lebih baik dibuat antara beberapa fungsi manajemen risiko dan meningkatkan ruang lingkup manajemen risiko. Manajemen risiko terintegrasi akan meningkatkan peluang untuk mencapai tujuan perusahaan, sehingga meningkatkan nilai. Sistem kontrol internal dalam suatu organisasi dirancang untuk mengatasi risiko bisnis yang melekat. Risiko bisnis diidentifikasi dalam protokol Risk Assessment perusahaan, dan kontrol yang terkait dengan setiap risiko dicatat. Kerangka Kerja Terintegrasi Manajemen Risiko Perusahaan - COSO menjelaskan komponen, prinsip, dan konsep Enterprise Risk Managemet (ERM) yang penting untuk semua organisasi, terlepas dari ukurannya. a. Tingkatkan ketangguhan organisasi Implementasi ERM merupakan langkah antisipasi atau mitigasi risiko yang mungkin dihadapi organisasi. b. Meningkatkan kualitas tata kelola organisasi yang baik (Good Corporate Governance). c. Mensinergikan antara strategi perusahaan dan tingkat risiko yang diterima (Risk Appetite) untuk mencapai tujuan. d. Alokasi biaya dan manfaat lebih seimbang. e. Memberikan kepastian Mengurangi konsekuensi yang tidak pasti dari situasi yang merugikan dan telah diprediksi sebelumnya. f. Tingkatkan kepercayaan pemangku kepentingan Laporan Manajemen Risiko Perusahaan kami mematuhi standar dan kebutuhan klien dan mematuhi standar ISO 31000 2018 dan COSO Enterprise Risk Management.

Saturday, 23 November 2019

Reputasi bisnis dapat membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dibangun, tetapi hanya beberapa saat untuk dihancurkan (Cyber Risk)

Cadangan data yang kuat masih sangat penting. Dengan munculnya Internet, penyimpanan data tambahan dan metode cadangan telah tersedia. Ini termasuk penyimpanan cloud yang diakses melalui Internet dan belum tentu berjalan di jaringan TI bisnis itu sendiri. Karena alasan ini, banyak data yang digunakan oleh bisnis untuk berdagang hari ini direplikasi di seluruh, dan dapat diakses dari, berbagai sumber. Akibatnya, data lebih rentan dari sebelumnya untuk diserang oleh pihak ketiga yang dapat mengeksploitasi koneksi Internet yang tidak terlindungi dengan baik dan keamanan yang lemah untuk mendapatkan akses tidak sah ke informasi penting bisnis; sering dengan niat jahat. Pelanggaran keamanan internal Akses tidak sah ke jaringan TI dan data yang disimpan dapat terjadi sebagai akibat dari karyawan melakukan kesalahan yang tidak disengaja, seperti lupa untuk logout dari proses komputer yang aman, melakukan transaksi pembayaran atau operasi pemrosesan akun, atau hanya lupa untuk logout saat mereka jauh dari komputer mereka untuk jangka waktu tertentu. Pelanggaran keamanan juga bisa merupakan tindakan yang disengaja,, seperti berbagi identitas login, kata sandi atau kartu gesek. Pelanggaran keamanan semacam itu mungkin melibatkan transfer informasi ke / dari jaringan TI bisnis melalui perangkat yang dapat dilepas (seperti stik memori USB), tetapi juga dapat melibatkan ekspor / impor informasi, perangkat lunak, atau malware yang tidak sah melalui Internet. Jika suatu tindakan berakibat pada hilangnya atau rusaknya data, itu dianggap sebagai keamanan komputer atau pelanggaran dunia maya, terlepas dari apakah itu disebabkan oleh kesalahan yang tidak disengaja atau tindakan jahat. Dengan demikian, bisnis harus menginstal sistem yang kuat untuk mengendalikan akses ke komputer, perangkat lunak, dan sistem datanya. Karyawan harus menerima pelatihan keamanan dunia maya sehingga mereka mengetahui risiko dan cara mengurangi risiko tersebut Sebagian besar karyawan tidak memerlukan akses ke semua tingkat jaringan TI bisnis setiap saat. Menerapkan sistem log-in kata sandi untuk memungkinkan karyawan mengakses hanya informasi dan perangkat lunak yang mereka perlukan untuk melakukan pekerjaan mereka hanyalah beberapa contoh tindakan dasar yang dapat diambil. Akses ke sistem mungkin juga perlu diperluas ke sumber daya berbasis Internet, termasuk penggunaan email dan browser Internet. dalam hal ini, tindakan lebih lanjut harus dipertimbangkan untuk membatasi akses hanya ke sumber daya online yang diperlukan. Penting bagi bisnis untuk mempromosikan kesadaran akan risiko dan ancaman cyber di seluruh organisasi, dan agar karyawan menyadari tanggung jawab mereka sendiri untuk keamanan data setiap saat. Pernyataan yang jelas tentang kebijakan perusahaan, didukung oleh program pelatihan yang berkelanjutan untuk mendidik karyawan dalam keamanan cyber yang efektif, adalah sesuatu yang harus diterapkan oleh semua bisnis Risiko internet Saat ini, sebagian besar bisnis menggunakan Internet untuk kegiatan bisnis dasar, termasuk penjualan dan pemasaran, perdagangan elektronik, dan untuk berkomunikasi dengan pelanggan, karyawan, dan pemasok. Perdagangan e-Commerce, meskipun dianggap positif dengan peluang dan manfaat tertentu, juga dapat menimbulkan risiko dan ancaman tambahan bagi bisnis. Setiap hari, bisnis di seluruh dunia mengalami serangan cyber di jaringan TI mereka melalui koneksi Internet mereka. Biasanya, ini adalah upaya untuk mengakses informasi, mencuri uang atau kadang-kadang hanya dengan sengaja mengganggu jalannya bisnis tanpa alasan tertentu. Serangan dunia maya dapat berupa serangan virus perangkat lunak jahat (malware), akses tidak sah (peretasan), dan pembongkaran atau pemutusan hubungan internet (penolakan layanan / penolakan layanan yang didistribusikan. Serangan-serangan ini hampir selalu berdampak pada kemampuan bisnis untuk berdagang secara normal dan dapat secara serius memengaruhi profitabilitas perusahaan. 10 langkah menuju keamanan dunia maya Pedoman ini akan membantu bisnis mengembangkan fondasi yang baik untuk manajemen risiko informasi bisnis yang efektif, dengan penekanan khusus pada ancaman dan kerentanan jaringan dan Internet. 10 langkah kami rangkum sebagai berikut: 1. Mengembangkan manajemen risiko informasi dan budaya sadar risiko Adalah penting bahwa kebijakan manajemen risiko siber diberlakukan dengan wewenang penuh dari pemilik, direktur dan manajer bisnis. Bahkan dalam organisasi kecil, diinginkan untuk memiliki satu orang yang perannya mencakup tanggung jawab untuk keamanan informasi dan mengambil langkah-langkah untuk membatasi paparan bisnis terhadap risiko cyber. Risiko dunia maya bukan hanya masalah bagi departemen TI dan karyawan teknis, dan budaya sadar risiko dunia maya hanya dapat efektif dalam organisasi jika ada kebijakan dan komitmen yang jelas yang ditentukan oleh pemilik dan pemimpin bisnis. 2. Pendidikan dan kesadaran pengguna Selain komitmen dari atas ke bawah dari pemilik dan pemimpin bisnis, komponen utama lainnya adalah komitmen dari bawah ke atas oleh karyawan. Semua tingkat karyawan yang membutuhkan akses ke peralatan TI bisnis untuk melakukan pekerjaan mereka harus memahami dengan tepat apa peran dan tanggung jawab keamanan siber mereka. Kebijakan keamanan cyber paling baik didefinisikan sebagai kebijakan tertulis yang disiapkan oleh manajer kunci untuk implementasi di lingkungan kerja. Sangat penting untuk mendidik dan melatih karyawan yang ada dan pemula baru untuk memastikan mereka memahami kebijakan keamanan cyber yang ditetapkan, dan untuk mendapatkan komitmen mereka untuk mematuhinya selama pekerjaan sehari-hari mereka. Dianjurkan untuk mengadakan sesi revisi dan pelatihan ulang secara teratur untuk memastikan kesadaran dan tanggung jawab pengguna dipertahankan secara berkelanjutan, dan untuk mengimplementasikan setiap perubahan keamanan yang mungkin diperlukan saat bisnis tumbuh, terutama jika penggunaan komputer dan perangkat seluler meningkat 3. Manajemen insiden Bisnis yang bergantung pada peralatan TI dan sistem informasi harus menetapkan rencana tindakan yang telah ditentukan sehingga semua karyawan tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi insiden keamanan cyber. Rencana ini umumnya akan menjadi bagian dari keseluruhan rencana kesinambungan bisnis (Business continuity plan - BCP) dan harus mencakup, sebagai minimum, respons pertama dan prosedur eskalasi untuk sistem informasi pemulihan bencana. Dari waktu ke waktu, rencana respons harus dipraktikkan (dengan cara yang sama bisnis mempraktikkan latihan kebakaran) untuk memastikan memadai dan sesuai untuk tujuan. Semua karyawan harus mengetahui nama dan perincian kontak orang yang bertanggung jawab atas keamanan risiko dunia maya untuk bisnis dan dapat menghubungi mereka dengan cepat, lebih disukai secara langsung atau melalui telepon, untuk memberi tahu mereka bahwa suatu peristiwa telah terjadi (atau nyaris celaka dihindari ). Karena pelanggaran yang disengaja dan tindakan jahat oleh karyawan dapat terjadi, bisnis harus memiliki prosedur untuk memindahkan secara resmi personil jika terjadi pelanggaran dan pemecatan. Dalam skenario ini, akses ke jaringan TI bisnis, baik di tempat bisnis dan melalui Internet, harus segera dicegah, biasanya dengan memiliki hak akun pengguna mereka dihapus atau ditangguhkan. 4. Pekerjaan rumah dan seluler Pekerja rumahan dan karyawan yang dilengkapi dengan laptop dan smartphone sekarang menjadi fitur rutin sebagian besar bisnis saat ini. Perangkat ini sering beroperasi secara independen dari sistem TI tetap yang terletak di lokasi bisnis dan dapat duduk di luar firewall atau perangkat lunak pertahanan virus yang melindungi jaringan. Akibatnya, kebijakan keamanan cyber perangkat seluler khusus harus ada. Semua karyawan harus disadarkan akan tanggung jawab mereka sendiri dan dilatih dengan baik untuk mematuhi kebijakan. Biasanya, ini termasuk menerapkan prosedur keamanan seperti jaringan aman, yang mencakup penggunaan enkripsi untuk memastikan bahwa data bisnis yang sensitif dienkripsi ketika diakses, disimpan atau dikirim secara online, dan dibatasi hanya untuk pengguna yang berwenang. Organisasi juga harus sadar bahwa, setiap saat, penting untuk melindungi data sensitif sementara secara fisik dalam perjalanan atau saat istirahat. Perangkat seperti laptop bisnis dan / atau media yang dapat dipindahkan (seperti stik memori USB) tidak boleh dibawa dengan santai atau ditinggalkan di tempat yang rentan terhadap pencurian. Semua perangkat seluler yang membawa informasi bisnis atau dapat mengakses jaringan TI bisnis dari jarak jauh harus dilindungi kata sandi dan menginstal sendiri perangkat lunak anti-virus dan firewall. Perangkat lunak anti-virus harus dikonfigurasi untuk memperbarui secara otomatis ketika perangkat seluler terhubung ke Internet. Jika perangkat seluler hilang atau dicuri, pemilik bisnis harus memiliki solusi manajemen perangkat seluler di mana, sebagai upaya terakhir, semua data perusahaan dapat dihapus dari jarak jauh dari perangkat tersebut 5. Mengelola hak pengguna Sejauh mungkin secara praktis, akses karyawan dan pihak ketiga ke komputer bisnis dan jaringan TI harus dibatasi hingga tingkat minimum yang diperlukan untuk menjalankan fungsi pekerjaan atau memproses transaksi bisnis. Akun yang diistimewakan (yang digunakan oleh sistem dan administrator jaringan untuk mendapatkan akses luas ke sistem komputer bisnis dan kontrol jaringan) harus dibatasi pada orang kunci sesedikit mungkin. Orang yang bertanggung jawab atas keamanan risiko siber untuk bisnis harus mengeluarkan panduan kepada pengguna terkait penggunaan kata sandi yang sesuai. Perubahan kata sandi harus terjadi secara otomatis (dikenal sebagai perubahan yang dipaksakan) pada interval yang sesuai dengan tingkat akses yang diperlukan, tetapi lebih sering bagi pengguna yang memiliki akses ke akun dan informasi sensitif. Untuk memastikan pengguna memiliki tingkat akses yang benar, akses jaringan (seperti log-in / log-out, waktu online dan aktivitas terkait lainnya) harus direkam (secara manual atau otomatis menggunakan perangkat lunak). Secara berkala, informasi ini harus diaudit oleh orang senior yang ditunjuk atau manajer bisnis yang dapat menafsirkan informasi tersebut dengan kebijaksanaan dan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Perlu diingat bahwa karyawan perusahaan memang memiliki hak privasi. Karena itu, tanggung jawab untuk mengaudit informasi pengguna semacam itu harus dibatasi secara ketat hanya untuk personel senior berdasarkan kebutuhan. 6. Kontrol media yang dapat dilepas Sejauh mungkin, bisnis harus membatasi penggunaan media yang dapat dilepas seperti stik USB, kartu memori, CD dan DVD. Jika penggunaan seperti itu tidak dapat dihindari, proteksi kata sandi harus digunakan dan media harus secara otomatis dipindai dari virus dan malware sebelum mengimpor data ke atau dari jaringan TI bisnis yang terhubung. 7. Memantau Bisnis Dengan jaringan TI harus mempertimbangkan untuk menginstal pemantauan akses jaringan dan perangkat lunak keamanan. Perangkat lunak ini memiliki kemampuan untuk terus memantau pengguna bisnis yang terhubung di jaringan TI, serta permintaan koneksi eksternal yang dibuat oleh pengguna yang menelusuri atau mengakses sumber daya bisnis melalui Internet. Ketentuan dapat didefinisikan dalam perangkat lunak pemantauan untuk meningkatkan alarm kepada pemilik bisnis dan manajer jika terjadi kegiatan yang tidak sah. Jika ada masalah yang terdeteksi, ini harus ditingkatkan dan diselidiki oleh orang dalam bisnis yang bertanggung jawab atas keamanan risiko siber 8. Konfigurasi aman Mencegah, mendeteksi, dan membatasi dampak risiko dan ancaman siber sangat tergantung pada firmware dan perangkat lunak jaringan TI bisnis yang mutakhir, sehingga penting untuk memastikan patch keamanan terbaru dan perbaikan bug diterapkan. Oleh karena itu, penting bahwa ada prosedur yang ditetapkan untuk menerapkan tambalan operasional dan keamanan dan pembaruan virus. Biasanya memiliki orang yang ditunjuk yang memastikan bahwa pembaruan ditinjau dan diterapkan secara teratur, dan yang menyimpan catatan atau catatan tertulis. Langkah-langkah keamanan dan sistem anti-virus juga harus selalu diperbarui untuk memastikan efektivitasnya terhadap ancaman terbaru yang berkembang hampir setiap hari. Sebagian besar perangkat lunak perlindungan dirancang untuk memperbarui definisi virus secara otomatis (asalkan ada koneksi Internet yang valid) dan akan terus memindai virus dan malware tanpa mengganggu komputer utama dan aplikasi perangkat lunak. Bisnis juga harus menyusun inventaris terperinci dari semua peralatan dan perangkat lunak TI, dan harus bertujuan untuk menetapkan konfigurasi standar yang aman untuk semua peralatan TI yang ada dan yang akan datang; sejauh mungkin, setiap konfigurasi komputer bisnis dan pengalaman pengguna harus konsisten. Akses pengguna ke jaringan TI bisnis umum kemudian menjadi lebih mudah untuk dikelola melalui prosedur terpusat, dan membuatnya lebih mudah untuk memberikan pembaruan perangkat lunak dan anti-virus yang umum. 9. Perlindungan malware Perangkat lunak perlindungan anti-virus dan malware biasanya merupakan pertahanan utama terhadap kerusakan jaringan dan sistem TI sebagai akibat dari ancaman eksternal dari Internet. Virus sering dibawa sebagai lampiran email, atau mungkin secara tidak sengaja (atau sengaja) diunduh melalui Internet. Mereka juga dapat dimuat ke jaringan TI bisnis melalui titik akses jaringan internal jika media yang dapat dilepas digunakan. Pemindaian dan pemantauan untuk virus dan malware di seluruh sistem informasi dan jaringan organisasi harus merupakan proses yang berkelanjutan, berjalan setiap saat. Jika ancaman virus terdeteksi, perangkat lunak anti-virus sering dapat menetralisirnya sebelum menyebabkan kerusakan pada jaringan TI, atau setidaknya akan mengkarantina sehingga tidak dapat menyebar ke seluruh jaringan TI. Alarm aktivitas virus dan malware otomatis harus segera memberi tahu orang yang bertanggung jawab atas keamanan risiko siber untuk bisnis ini. Harus ada strategi eskalasi untuk mengisolasi virus dari komputer lain dan perangkat penyimpanan di jaringan secepat mungkin jika tindakan anti-virus tidak dapat menetralkannya secara otomatis. 10. Keamanan jaringan Organisasi perlu melindungi jaringan TI mereka dan penyimpanan data terhadap ancaman internal dan eksternal, sementara pada saat yang sama dapat terhubung ke Internet dengan aman. Untuk mencapai hal ini, perimeter jaringan yang menghadap Internet harus dilindungi oleh firewall, yang dapat berbentuk perangkat lunak atau perangkat keras tergantung pada ukuran jaringan Jaringan yang terkoneksi internet lebih lanjut dapat memanfaatkan jaringan perimeter, area pementasan yang aman antara jaringan aman internal organisasi dan Internet. Ini menambahkan lapisan perlindungan tambahan dengan hanya memaparkan sebagian kecil jaringan ke Internet

Friday, 22 November 2019

MENGHITUNG BESARAN KERUGIAN (MEASURING THE LOSS), GANTI RUGI ASURANSI KERUGIAN

Indemnity 1. Definisi: Indemnity as a mechanism by which the insurer provide financial compensation in an attempt to place the insured in the same pecuniary position after the loss as he enjoyed immediately before it. Dalam kontrak asuransi, indemnity dapat diartikan sebagai kompensasi finansiil yang pasti yang cukup menempatkan tertanggung dalam posisi keuangan tertanggung sesudah kerugian sebagaimana yang ia alami segera sebelum peristiwanya terjadi. 2. Hubungan antara indemnity dan insurable interest: - Hubungan antara indemnity dengan insurable interest bahwa kepentingan tertanggung terhadap sesuatu yang diasuransikan adalah sesuatu yang sebenarnya diasuransikan. - Penggantian tidak akan lebih dari insurable interest - Indemnity sangat erat hubungannya dengan perhitungan keuangan - Menjadi susah untuk kontrak asuransi jiwa dan personal accident. Asuransi jiwa dan personal accident bukan kontrak indemnity karena tidak bisa dihitung dengan uang - Pengecualian untuk PA yang berdasarkan indemnity adalah employer dengan employee untuk mengcover apabila employee sakit, harus tetap membayar gaji kepada karyawan yang sakit - Yang menjadi ukuran dalam PA dan asuransi jiwa adalah kesanggupan tertanggung untuk membayar premi 3. Bagaimana indemnity dapat terealisasi: - Jika terjadi klaim akan timbul pertanyaan dengan cara apa klaim dibayar - Sering terjadi perselisihan untuk cara pembayaran ini. - Penanggung harus tegas-tegas mengatakan dalam polis cara apa yang akan dipakai (wording dalam polis) - Contoh polis kebakaran dalam operative clause: “The company will pay to the insured the value of the property at the time of the happening of its destructions or the amount of such damage or its option REINSTATE or REPLACE such property or any part there of” Non Fire Policy: The company may as its option indemnify the assured by payment of the amount of the loss or damage or by repair, reinstatement or replacement - Cash Payment: Kontrak asuransi adalah janji akan membayar sejumlah uang bila terjadi kerugian. Cara pembayaran menurut pengalaman: dengan uang kontan, dengan cheque, dengan giro bilyet Jika menyangkut pihak ketiga pembayaran seperti tersebut di atas langsung kepada pihak ketiga Biasanya dilakukan untuk asuransi kebakaran, marine dan life - Repair Biasanya untuk asuransi kendaraan bermotor Penanggung dapat memberikan indemnity dengan cara ini, biasanya dia menyediakan fasilitas bengkel atau bahkan bengkel kepunyaan penanggung sendiri. Caranya tertanggung tinggal menarik mobil yang rusak ke bengkel penanggung kemudian mengisi formulir, kendaraan diperiksa oleh petugas bengkel dan pekerjaan perbaikan bisa dimulai - Replacement: Biasanya untuk asuransi glass insurance, perhiasan, mobil baru Penanggung memanfaatkan discount dari perusahaan yang dibelinya. Menyimpang dari prinsip indemnity, pada motor insurance ada “new for old” tapi hanya sedikit sekali perbedaannya dan penanggung sudah mendapat discount waktu pembelian - Reinstatement 4. Reinstatement Artinya pemulihan kembali harta benda yang dipertanggungkan kepada kondisi sesaat sebelum kerugian. Apabila terjadi total loss, indemnity dilakukan dengan cara rebuilding, sedangkan apabila terjadi partial loss dilakukan repair. Reinstatment bisa terjadi dalam keadaan sebagai berikut: 1. oleh penanggung dalam terms of the policy 2. oleh penanggung dalam UU 3. oleh tertanggung dalam UU dan kontrak 5. Measurement of Indemnity Pada asuransi non life berlaku unliquidated damages, artinya besarnya claim yang akan dituntut tidak diketahui sebelumnya. Untuk asuransi life, berlaku liquidated damages, artinya jumlah uang yang akan diberikan sudah pasti sebelumnya. 6. Marine insurance - valued versus unvalued policy - valued policy  ditulis dalam polis atas persetujuan kedua belah pihak - agreed value basis - alasan karena commercial advantages - tidak mengenal average - indemnity based on agreed value yang tertera pada polis 7. Property insurance Mengukur indemnitas untuk property adalah ditentukan bukan dari biaya tapi dari harganya pada saat kerugian dan tempat kejadian. Jika harga naik selama periode pertanggungan maka penggantian indemnity naik juga, dengan syarat maksimum setinggi-tingginya jumlah pertanggungan. 8. Machinery dan contents other than stock: - Tidak ada second hand market untuk sebuah property - Apabila dibuang, dihancurkan atau dijual sebagai besi tua  tertanggung tidzk mendapat penggantian barang. Second hand  indemnity berdasarkan biaya perbaikan atau penggantian dikurangi wear dan tear. - Apabila ada di pasaran second hand  apabila terjadi kerugian, barang diganti dengan cara tertanggung membeli barang bekas dan indemnity berdasar harga tersebut ditambah dengan ongkos angkut dan pemasangan, e.q. motor cars dan office equipment. 9. Manufacturers stock in trade Manufacturers = raw materials, work in progress dan finished stock. Indemnify value bukan mengenai apa yang rusak, stock yang hancur tetapi adalah biaya untuk mengganti stock tersebut ke tempat kejadian dengan kondisi seperti sesaat sebelum terjadi kerugian. - Other materials : Cost of raw material + biaya buruh + cost of production sampai barang itu terbentuk. - Raw materials : Replacement cost + delivery cost. 10. Wholesalers and retails stock in trade : Indemnify berdasarkan biaya penggantian saat kerugian + transport dan biaya handling di tempat Tertanggung. 11. Obsolescene Indemnity : harga pasar barang afkir di luar. 12. Household goods - Indemnity tidak berdasarkan sentimental value - Berdasarkan biaya penggantian pada saat kerugian dikurangi penyusutan 13. Farming stock Indemnity = Replacement cost = market price For sale = Market value (selling price – transportation & handling fees) For for consumption = Market Price + transportation + handling cost 14. Pecuniary Insucances Indemnity = Actual financial loss Consequency Loss = berapa profit yang harus diterima jika tidak terjadi kerugian dibandingkan dengan untung setelah terjadi kerugian, selisihnya menjadi ukurang Indemnity. 15. Liability Insurances Indemnity : - Jumlah yang diputuskan oleh Pengadilan - Jumlah yang disepakati oleh kedua belah pihak - Jumlah mana ditambah dengan biaya-biaya pengurusan klaim 16. Salvage Indemnity : - Market price – tansportation + handling stock in trade fees + Sound value of wreck Salvage - Market price – transportation + handling fee (salvage diambil alih oleh penanggung) Other goods: - Market price – value of salvage - Market price (wreck diambil penanggung) 17. Abandonment - Hanya untuk marine insurance - Dalam constructive total loss - Keadaan kerugian lebih dari 75% atau biaya untuk merecover benda tersebut lebih besar dibandingkan dengan harga (sound value) benda itu sendiri Contoh : Stranded vessel 18. Faktor-faktor yang membatasi pembayaran indemnity a. Sum Insured : - Maksimum batas penggantian kerugian - Batas tanggung jawab penanggung b. Average - Terjadi karena ada under insurance - Dikarenakan penanggung hanya menikmati premi penyelesaian claim sebagai indemnity, dengan rumusan sebagai berikut: Sum Insured x Loss Full value - Tertanggung menerima kurang dari apa yang dideritanya tapi secara implisit tertanggung mendanai sendiri karena under insurance or self insurance c. Excess - Adalah jumlah dari setiap claim yang merupakan faktor pengurang dalam pembayaran klaim - Biasanya diperjanjikan dalam polis sebagai kesepakatan jumlah - Secara teori berarti tertanggung menahan sebagai resiko sendiri sendiri yang konsekuensinya dia akan menerima penggantian kurang dari indemnity d. Franchise Adalah sejumlah tertentu yang disepakati bersama antara penanggung dan tertanggung di mana apabila kerugian kurang dari jumlah tersebut maka klaim tidak dibayar. Tapi apabila jumlah mencapai jumlah minimum maka klaim akan diganti seluruhnya. e. Limit Adalah batas jumlah maksimum penggantian wardingnya “In the event of loss not more than Rp 100.000,- akan dibayar setiap artikel” Jadi Rp 100.000,- adalah maksimum limit penggantian apabila kerugiannya Rp 200.000,- maka jumlah yang dibayar adalah tetap Rp 100.000,- f. Deductible Pada prinsipnya sama dengan excess namun biasanya untuk jumlah yang cukup besar. Seperti dalam marine insurance, deductible 1% of SI, dalam pabrik Rp 150 juta. 19. Expension in the operation of indemnity (Modifikasi Indemnity) a. reinstatement : tidak ada wear dan tear Berlaku untuk polis property. Tertanggung dapat meminta agar dalam polisnya dicantumkan ‘reinstatement memorandum’ dan penanggung setuju bahwa penyelesaian klaim diberikan tanpa dikurangi wear and tear dan depresiasi. Sebagai konsekuensinya premi yang dibayar akan lebih tinggi pula b. new for old for house hold contents – no wear dan tear New for old berlaku dalam Household policy. Pada dasarnya asuradur setuju untuk membayar kerusakan dengan barang yang baru sekalipun barang tersebut telah dibeli beberapa tahun yang lalu tanpa dikurangi unsur wear and tear. c. agreed additional cost : - removal debris -architecs & surveyor fees Penanggung telah biaya tambahan yang dikeluarkan tertanggung setelah terjadi kebakaran atau kerusakan. Misalnya, removal of debris, biaya arsitek, biaya surveyor, dll. d. valued policies : - agreed value basis - average does not apply Berlaku dalam marine insurance dan dalam non-marine insurance tertentu di mana jumlah ganti rugi disepakati pada saat penutupan oleh kedua belah pihak apabila terjadi total loss. 20. Konsekuensi indemnity a. Adanya hak indemnity harus dibuktikan bahwa tertanggung menderita kerugian yang dapat diukur dengan uang, nilai yang diukur bukan sentimental value b. Indemnity diukur oleh kerugian yang diderita oleh tertanggung sesaat sebelum terjadi kerugian c. Sum Insured adalah maksimum jumlah penggantian kerugian d. Tertanggung akan diganti kerugiannya hanya sebesar kerugian yang dia derita e. Tidak ada loss maka tidak ada indemnity walaupun ada kecelakaan. Tertanggung f. Apabila ada hak-hak lain yang timbul karenanya maka hak tersebut harus diberikan kepada penanggung yang telah membayar kerugian (subrogasi) g. Tertanggung tidak boleh mendapatkan ganti rugi lebih dari satu kali atas peristiwa yang sama yang terjadi atas pertanggungan yang sama pula. Tertanggung tidak boleh mendapatkan ganti rugi melebihi full amount of the loss dari beberapa perusahaan asuransi (prinsip kontribusi)

Monday, 4 November 2019

Apa Bedanya Pencegahan vs Perlindungan Kebakaran (Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK,ICPU,ICBU,QIP,AMRP,CIIB,AK3)

Seperti kebanyakan pemilik properti, Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana Anda dapat melindungi bisnis Anda dari kerusakan akibat kebakaran. Meskipun tidak semua kebakaran dapat dicegah, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah dan melindungi bisnis Anda dari kebakaran. Apa itu Pencegahan Kebakaran? Pencegahan kebakaran sangat penting untuk bisnis Anda. Proses ini terjadi bahkan sebelum kebakaran terjadi. Salah satu alat paling efektif untuk pencegahan kebakaran adalah inspeksi. Inspeksi properti reguler dapat digunakan untuk mengidentifikasi area yang rentan di fasilitas Anda dan, setelah diidentifikasi, untuk memperbaikinya. Area-area yang rentan ini dapat berupa hal-hal seperti outlet listrik yang kelebihan beban, sistem yang tidak dirawat dengan benar, dan material yang disimpan dengan tidak benar. Setelah masalah-masalah ini teridentifikasi, penting untuk mengambil langkah-langkah untuk menghilangkan ancaman dan memastikannya tidak terjadi lagi. Saat menggunakan inspeksi reguler, Anda dapat bekerja untuk mencegah kebakaran di bisnis Anda. (pembahasan terinci Edisi Berikutnya) Apa itu Proteksi Kebakaran? Proteksi kebakaran adalah kombinasi dari berbagai peralatan dan prosedur keselamatan kebakaran yang digunakan untuk mempertahankan properti Anda dari kebakaran. Walaupun berbeda untuk setiap perusahaan, ada beberapa elemen yang harus ditemukan di setiap fasilitas komersial. Perlindungan kebakaran sering kali mencakup peralatan seperti alarm kebakaran, alat pemadam kebakaran, dan sistem sprinkler. Bersama-sama sistem ini bekerja untuk memastikan properti Anda selalu terlindungi. Ketika digabungkan, sistem ini bekerja untuk memberikan ruang komersial Anda dengan perlindungan kebakaran terbaik. 1. Perlindungan Kebakaran Pasif Passive Fire Protection (PFP) adalah komponen integral dari tiga komponen struktural, proteksi kebakaran, dan keselamatan kebakaran dalam sebuah bangunan. PFP berupaya menahan kebakaran atau memperlambat penyebaran api melalui penggunaan dinding, lantai, dan pintu yang tahan api. PFP dikenal sebagai bahan bangunan yang selalu ada dan tersedia di dalam gedung, ditempatkan dan ditempatkan secara merata di setiap lantai bangunan. Bahan-bahan ini tidak bergantung pada pengoperasian perangkat mekanis apa pun untuk diaktifkan atau dipicu. 1.2 Tujuan • Melindungi bangunan dari keruntuhan serentak akibat kebakaran • Meminimasi intensitas kebakaran apabila terjadi (tidak terjadi flashover) • Mengurangi jumlah kerusakan bangunan yang ditimbulkan oleh api • Menunda runtuhnya struktur bangunan • Memberi waktu bagi penghuni untuk penyelamatan diri • Menjamin fungsi gedung tetap aman • Melindungi keselamatan petugas pemadam • Memastikan keamanan bangunan di sekitarnya. 1.3 Passive Fire Protection – Methods 1.3.1 Fire Walls Dinding tahan api tantangan tinggi adalah dinding yang digunakan untuk memisahkan transformator, struktur, atau bangunan atau dinding yang membagi bangunan dengan penghuni tantangan api tinggi, memiliki peringkat ketahanan api yang ditingkatkan dan perlindungan perlengkapan yang ditingkatkan untuk mencegah penyebaran api, dan memiliki stabilitas struktural 1.3.2 Fire Doors Pintu api ditutup dengan peringkat tahan api yang digunakan sebagai bagian dari sistem proteksi kebakaran pasif untuk mengurangi penyebaran api dan asap di antara kompartemen struktur yang terpisah dan untuk memungkinkan jalan keluar yang aman dari bangunan atau struktur atau kapal 1.3.3 Fire-resistant glasses Fire Rated Glass (juga dikenal sebagai Fire Resistant Glass) adalah kaca spesialis yang telah terbukti memberikan perlindungan periode terhadap api selama Tes Tahan Api. Jenis tertentu dari kaca tahan api juga akan memberikan tingkat perlindungan (isolasi) terhadap panasnya api 1.3.4 Fire Resistance rated floors Lapisan papan dan balok seringkali penting untuk ketahanan api. Dalam kasus kebakaran, lantai kayu dikompromikan terlebih dahulu, diikuti oleh konstruksi balok kayu Struktur kayu yang ada biasanya sesuai dengan ketahanan api ≤ 30 menit. Tetapi ada lantai kayu tahan api yang sesuai dengan ketahanan api ≥ 60 menit. 1.3.5 Occupancy Separations Ketentuan hunian yang terpisah membutuhkan pemisahan fisik dengan dinding penghalang api dan / atau rakitan horizontal dengan peringkat tahan api di antara hunian. Konsep untuk menerapkan ke setiap area kebakaran secara terpisah adalah perbedaan yang signifikan dari ketentuan penempatan yang tidak dipisah 1.3.6 Fire Dampers Fire damper adalah produk proteksi kebakaran pasif yang digunakan pada saluran heating, ventilation, and air conditioning (HVAC) untuk mencegah penyebaran api di dalam saluran melalui dinding dan lantai yang tahan api 1.3.7 Fire Stops Firestop atau api-berhenti adalah bentuk perlindungan kebakaran pasif yang digunakan untuk menutup sekitar bukaan dan antara sendi dalam rakitan dinding atau lantai yang tahan api. Firestop dirancang untuk menjaga agar tahan api pada dinding atau lantai yang memungkinkannya menghalangi penyebaran api dan asap. 1.3.8 Cable Coating Pelapisan Kabel adalah pelapisan intumescent yang dirancang untuk mencegah penyebaran api di sepanjang selubung kabel listrik (atau lainnya) dan untuk menyediakan penghalang Panas untuk perlindungan terhadap kerusakan akibat panas. Pelapisan Kabel juga akan mencegah korsleting di dalam kabel listrik dari nyala api dan akan membantu mengidentifikasi lokasi korsleting tersebut dengan membentuk arang. Pelapisan Kabel dapat diterapkan pada kabel yang dikelompokkan atau kabel tunggal 1.3.9 Fire Proofing Cladding Fireproofing cladding (papan yang digunakan untuk tujuan yang sama dan dalam aplikasi yang sama dengan semprotan tahan api) Bahan untuk cladding tersebut termasuk perlit, vermikulit, kalsium silikat, gipsum, epoksi intumescent, Durasteel (beton bertulang serat-serat selulosa dan panel komposit berikat lembaran logam yang dilubangi lembaran logam) ), MicroTherm 2. Sistem Perlindungan Aktif. Sistem perlindungan kebakaran aktif terdiri dari sistem yang mengambil tindakan tambahan untuk mengaktifkan jika terjadi kebakaran. 2.1 Alat Pendeteksi Kebakaran. Untuk informasi lebih lanjut lihat publikasi berikut: NFPA 72 National Fire Alarm Code. 2.1.1 Jenis Perangkat. • Spot ‐ Type. Perangkat di mana elemen pendeteksi terkonsentrasi di lokasi tertentu. • Jenis garis. Perangkat yang pendeteksiannya kontinu di sepanjang jalur. • Video. Sistem berbasis video menggunakan kamera video untuk mendeteksi asap atau nyala api di kawasan yang dilindungi.. 2.1.2 Perangkat pemberitahuan. Perangkat pemberitahuan membunyikan alarm yang dapat didengar, visual, atau sentuhan untuk mengingatkan penghuni terjadi kebakaran. 2.1.2.1 Terdengar. Peralatan pemberitahuan yang dapat didengar adalah metode yang paling umum untuk mensinyalkan alarm kebakaran atau kondisi darurat lainnya di gedung atau area. Kinerja didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengingatkan dan menyampaikan informasi dan didasarkan pada peringkat perangkat, atau tingkat tekanan suara pada jarak tetap di ruangan khusus, dan tingkat tekanan suara bersih yang dihasilkan di seluruh bangunan atau area yang dilayani oleh sistem 2.1.2.2 Visual. Peralatan pemberitahuan alarm kebakaran yang terlihat seringkali hanya dimaksudkan untuk menambah peralatan yang terdengar. Namun, ketika diharapkan bahwa orang-orang dengan gangguan pendengaran mungkin berada di area yang dilindungi atau ketika tingkat kebisingan sekitar tinggi, peralatan yang terlihat mungkin menjadi cara utama pemberitahuan penghuni bahwa ada kebakaran darurat. Satu-satunya jenis peralatan visual yang saat ini ditangani oleh NFPA 72 adalah lampu strobo 2.1.2.3 Taktil. Peralatan pemberitahuan taktil disiagakan oleh indera sentuhan atau getaran. Ini digunakan bersama dengan perangkat pemberitahuan yang terdengar atau terlihat, atau keduanya. Mereka sering digunakan sebagai pengocok ranjang untuk membangunkan mereka yang memiliki gangguan pendengaran. 2.1.3 Tipe detektor 2.1.3.1 Deteksi Panas. Detektor panas adalah detektor api yang mendeteksi suhu tinggi yang tidak normal atau tingkat kenaikan suhu, atau keduanya. Detektor panas dianggap sangat andal dan memiliki tingkat alarm palsu yang rendah. Mereka sering digunakan di ruang terbatasl, di mana api akan menyebabkan peningkatan suhu yang cepat 2.1.3.2 Deteksi Asap. Detektor asap sering mendeteksi kebakaran lebih cepat daripada detektor panas Ionisasi. Detektor asap ionisasi memiliki sejumlah kecil bahan radioaktif yang mengionisasi udara di ruang sensor, dan memungkinkan aliran arus melalui udara antara dua elektroda bermuatan. Ketika partikel asap memasuki area ionisasi, mereka menempel pada ion dan mengurangi aliran arus, yang ketika berkurang di bawah tingkat yang telah ditentukan, akan menyebabkan detektor untuk mengaktifkan. 2.1.3.3 Deteksi Energi Radiant. Perangkat penginderaan energi radiasi merasakan energi radiasi yang dipancarkan sebagai produk sampingan dari reaksi pembakaran. Mereka dibagi menjadi detektor nyala dan detektor percikan / bara. Detektor Api. Detektor api beroperasi pada bagian ultraviolet (UV) dan / atau inframerah (IR) dari spektrum panjang gelombang radiasi. Panjang gelombang tergantung pada api yang ditentukan dalam kondisi tertentu, karena bahan bakar yang berbeda dapat melepaskan radiasi dalam panjang gelombang yang berbeda. Jenis Detektor Tambahan. 2.1.3.4 Sensing Gas. Kebakaran dapat menghasilkan beberapa gas yang berbeda sebagai produk pembakaran, dengan jenis dan laju produksi tergantung pada komposisi bahan bakar, ukuran api, kondisi ventilasi dan mode pembakaran. Sensor gas dapat digunakan untuk mendeteksi pelepasan bahan kimia tertentu, atau rasio bahan kimia, yang akan diharapkan dalam skenario kebakaran. 2.1.1.5 Detektor CO. Detektor karbon monoksida juga dapat diaktifkan dalam skenario kebakaran, namun mereka akan lebih tertunda daripada detektor yang dirancang khusus untuk kebakaran. Mereka dapat digunakan, bagaimanapun, dalam situasi di mana jenis detektor kebakaran tidak ada 2.1.4 alarm Kebakaran. Jenis Sistem Alarm Kebakaran 2.1.4.1 Sistem ‐ Premises (Lokal) Sistem alarm kebakaran yang dilindungi di lokasi (lokal) adalah sistem yang diawasi yang menyediakan alarm kebakaran dan sinyal pengawasan di dalam suatu fasilitas dan menghasilkan sinyal di fasilitas saja. Tujuan utama dari sistem ini adalah fasilitas evakuasi penghuni. Otoritas kebakaran diberitahukan oleh seseorang yang hadir di fasilitas. 2.1.4.2 Sistem Bantu. Sistem bantu mengirimkan sinyal alarm melalui sistem alarm kebakaran kota, yang secara otomatis akan memanggil atau memberi tahu departemen pemadam kebakaran setelah aktivasi alarm kebakaran otomatis atau manual. 2.1.4.3 Sistem yang Dipantau Sistem yang dipantau adalah sistem di mana alarm, pengawas atau sinyal gangguan dikirim ke stasiun yang terus dipantau. Ketika sinyal alarm diterima, operator harus mengambil tindakan yang sesuai dengan NFPA 72, termasuk pemberitahuan layanan komunikasi kebakaran publik. 2.1.4.4 Jenis Sinyal Alarm Kebakaran Sinyal Alarm Kebakaran Manual. Sinyal alarm kebakaran manual dimulai dari kotak alarm kebakaran manual yang berlokasi di seluruh lokasi yang dilindungi Sinyal Alarm Kebakaran Otomatis. Alarm otomatis biasanya dimulai oleh detektor yang terletak di dalam bangunan yang dilindungi 3 Sistem Pemadaman Kebakaran. 3.1 Mekanisme Pemadaman. Metode pemadaman kebakaran dapat menggunakan satu atau kombinasi mekanisme untuk memadamkan atau mengendalikan api. 3.1.1 Pendinginan: Pengurangan Panas. Pembakaran nyala membutuhkan suhu tinggi agar reaksi kimia dapat berlangsung. Dengan mengurangi jumlah panas di zona pembakaran, api dapat dikontrol atau padam. 3.1.2 Menyedot: Perampasan Oksigen. Api dapat dipadamkan dengan mengurangi jumlah oksigen yang tersedia untuk api 3.1.3 Penghapusan Bahan Bakar. Menghapus bahan bakar yang tersedia juga dapat memadamkan api. Ini dapat dicapai, misalnya, dengan menipiskan kumpulan cairan yang mudah terbakar ke titik di mana itu tidak lagi mudah terbakar. 4. Jenis Sistem Perlindungan Kebakaran 4.1 Sistem Perlindungan kebakaran - Gas Perlindungan api - gas juga disebut penekan api agen bersih, adalah istilah untuk menggambarkan penggunaan gas inert dan agen kimia untuk memadamkan api. Agen-agen ini diatur oleh Standar Asosiasi Perlindungan Kebakaran Nasional (NFPA) untuk Sistem Pemadam Api Agen Bersih - NFPA 2001, dengan berbagai standar dan peraturan di bagian lain dunia. Sistem ini biasanya terdiri dari agen, wadah penyimpanan agen, katup pelepasan agen, detektor kebakaran, sistem deteksi kebakaran (panel kontrol kabel, pensinyalan aktuasi), pipa pengiriman agen, dan nozel dispersi agen. Biasanya, agen dapat diberikan melalui generator gas propelan padat yang menghasilkan gas inert atau aktif secara kimia. .2 Proteksi Kebakaran media Air 4.2.1 Sistem Hidrant Fire Fighting Hydrant Systems adalah sistem yang paling umum digunakan, di banyak proyek perumahan dan industri. Jika Anda pernah melihat pipa warna “Merah”, beredar di sekitar bangunan atau pabrik, Anda telah melihat Pipa Hidran kebakaran. Dalam sebagian besar kliping berita tentang kebakaran, Anda dapat melihat pemadam kebakaran menembakkan air hingga 8 lantai atau lebih, bahwa petugas pemadam kebakaran menggunakan sistem hidran kebakaran. Itulah kekuatan sistem hidran kebakaran sehingga air dapat ditembakkan hingga 8 lantai, langsung ke dalam api Apakah Selalu Diperlukan memberikan Proteksi Kebakaran dengan Sistem Hidran ? sistem hidran kebakaran adalah dasar, Sistem Proteksi kebakaran, tanpa sistem hidran kebakaran, Sistem proteksi kebakaran tidak bisa disebut Sistem proteksi kebakaran. Ini akan menjadi sistem yang dangkal. (Sehubungan dengan area yang luas, secara umum). Instalasi Sistem proteksi kebakaran relatif mudah Bagaimana Fungsi sistem Hidrant ? Sumur khusus digali, yang disebut “Sumur Api”, tempat air disimpan sepanjang tahun selama 365 hari. Sumur air ini terhubung ke ruang pompa. Dari ruang pompa, ada dua hingga tiga pipa utama. Pipa-pipa ini membentuk jaringan pipa untuk komplek bangunan dan pabrik. Pompa memiliki pekerjaan, untuk terus mengisi semua pipa yang terhubung dengan air di bawah tekanan. Tekanannya , minimal 7 bar hingga 10 bar. Ketika api terlihat oleh seseorang, dia mengaktifkan sistem hidran dan mengarahkannya ke arah api. Aliran air yang sangat kuat, menyerang api dan api akhirnya padam. Pompa terus memompa air untuk mempertahankan tekanan sistem. Apa Keuntungan sistem hidrant? Sistem proteksi kebakaran sangat kuat dan dapat digunakan dari kebakaran berukuran sedang hingga besar. Sistem proteksi kebakaran, memiliki jarak jauh. Karena Sistem proteksi kebakaran tersebar, hidarn kebakaran dapat memadamkan api dari berbagai sudut. Seluruh sistem ini membutuhkan perawatan yang rendah dan secara virtual, tidak bocor air. Selain itu, Sistem proteksi kebakaran memiliki umur panjang. Apa kelemahan sistem? Ada beberapa kelemahan. Yang pertama adalah harus diaktifkan secara manual. Aliran Sistem proteksi kebakaran begitu kuat sehingga, ada dua orang yang diperlukan untuk memegang selang air. Sistem proteksi kebakaran, dapat menyebabkan kerusakan pada instrumen atau mesin. Dan yang penting untuk dipahami adalah bahwa itu mungkin bukan sistem yang paling efisien. 4.2.2 Sprinkler Sistem 4.2.2.1 Sistem Pipa Basah Sistem pipa basah adalah jenis sistem yang paling umum. Ini adalah sistem sprinkler yang menggunakan sprinkler otomatis yang terpasang pada sistem perpipaan yang mengandung air dan terhubung ke pasokan air sehingga air segera dikeluarkan dari sprinkler yang dibuka oleh panas dari api 4.2.2.2 Sistem Pipa Kering Sistem pipa kering adalah jenis sistem yang paling umum kedua. Ini digunakan di ruang di mana suhu sekitar mungkin cukup dingin untuk membekukan air dalam sistem pipa basah, membuat sistem tidak bisa dioperasikan, seperti dalam pendingin. Sistem ini menggunakan alat penyiram otomatis yang terpasang pada sistem perpipaan yang mengandung udara atau nitrogen di bawah tekanan. Pelepasan tekanan memungkinkan tekanan air buka katup yang dikenal sebagai katup pipa kering, dan air kemudian mengalir ke sistem perpipaan dan keluar dari sprinkler yang terbuka 4.2.2.3 Sistem Antibeku Sistem antibeku digunakan di ruang di mana suhu sekitar mungkin cukup dingin untuk membekukan air dalam sistem pipa basah. Sistem ini menggunakan alat penyiram otomatis yang terpasang pada sistem perpipaan yang berisi larutan antibeku. Solusi antibeku dibuang, diikuti oleh air, segera setelah pengoperasian sprinkler dibuka oleh panas dari api. 4.2.2.4 Sistem Banjir (DELUGE System) Sistem banjir adalah sistem sprinkler yang menggunakan sprinkler terbuka yang terpasang pada sistem perpipaan. Sistem perpipaan ini terhubung ke pasokan air melalui katup yang dibuka dengan pengoperasian sistem deteksi yang dipasang di area yang sama dengan sprinkler. Ketika katup terbuka, air mengalir ke sistem perpipaan dan dikeluarkan dari semua penyiram. 4.2.2.5 Sistem Preaksi Sistem preaksi digunakan di lokasi yang tidak disengaja aktivasi tidak diinginkan, seperti di museum dengan karya seni langka, manuskrip, atau buku. Sistem ini menggunakan penyiram otomatis yang terpasang pada sistem perpipaan yang berisi udara yang mungkin atau mungkin tidak di bawah tekanan. Ketika sistem deteksi tambahan dipasang di area yang sama dengan sprinkler diaktifkan, katup preaksi akan terbuka dan memungkinkan air mengalir ke perpipaan. Air tidak akan mengalir dari alat penyiram sampai api telah menghasilkan cukup panas untuk membuka satu atau lebih alat penyiram. Sistem Preaksi adalah hibrida sistem perlindungan kebakaran kering / basah. Perbedaan antara sistem banjir dan sistem pra-aksi adalah bahwa pada sistem pra-aksi, pipa diisi dengan udara terkompresi dan kepala sprinkler semuanya tertutup. Dengan cara ini sistem dianggap sebagai sistem kering sampai diaktifkan ketika menjadi sistem basah. Ketika sistem mendeteksi panas dan atau kebakaran itu dibanjiri dengan air, bahan kimia kering, gas inert, atau busa. Ketika kepala sprinkler spesifik mendeteksi panas atau kebakaran, kepala sprinkler itu akan terbuka dan sistem akan bekerja untuk memadamkan api di area terdekat. Semakin banyak kepala sprinkler diaktifkan, jangkauan sistem akan meluas. Jenis sistem ini juga digunakan ketika pemadaman yang tidak disengaja dapat merusak. Sistem pra-aksi biasanya digunakan di museum, galeri seni, pusat data, perpustakaan dan sejenisnya 4.2.3 Spray system sistem semprotan air mendeteksi kebakaran secara khusus dan menutup area tersebut dengan semprotan air pada saat yang sama di semua nozel di area pemadam. Volume air yang besar dilepaskan dan disemprotkan secara merata ke area yang diperluas dalam waktu yang sangat singkat. Pendekatan ini memastikan bahwa api di dalam ruangan dengan barang yang mudah terbakar dapat dipadamkan dengan cepat dan dengan kerusakan minimum. sistem semprotan air memiliki keuntungan penting: • Memadamkan api dengan cepat dan mencegah kebakaran menyebar di area yang luas. • Meminimalkan kerusakan yang disebabkan oleh kebakaran dan mengurangi waktu henti, melindungi masa depan bisnis Anda. • Fleksibilitas tinggi dalam desain dan implementasi • Mengurangi asap dan mengikat kontaminan. • Memungkinkan area terbuka yang luas dan dengan demikian penggunaan tempat yang lebih fleksibel. • Menggunakan air, bahan pemadam api alami yang tersedia dalam jumlah tak terbatas dengan harga yang sangat murah. • Setelah kebakaran, sistem semprotan air dengan cepat dikembalikan ke mode siap. sistem semprotan air digunakan untuk melindungi kamar dan benda-benda dan cocok untuk instalasi indoor dan outdoor. Sistem semprotan air adalah solusi yang lebih disukai untuk perlindungan benda yang membutuhkan pencegahan pendinginan atau pemadaman api cepat, seperti: • Pembangkit listrik dan pembangkit listrik limbah-ke-energi (WTE) • Pengilangan minyak dan tangki bahan bakar • Transformer, distribusi jaringan listrik • Instalasi pembakaran limbah • Bandara Udara, Gedung pertunjukan • Penambangan • Belt conveyor, pemuatan dan stasiun bongkar muat 4.2.4 Sistem Kabut Air (Water Mist Systems) Sistem kabut air adalah sistem distribusi yang terhubung untuk pasokan air yang dilengkapi dengan satu atau lebih nozel yang mampu mengantarkan kabut air yang dimaksudkan untuk mengendalikan, menekan, atau memadamkan api. Untuk informasi lebih lanjut lihat NFPA 750 Standard pada Sistem Perlindungan Kebakaran Kabut Air. Sistem kabut air adalah sistem perlindungan kebakaran yang menggunakan semprotan air yang sangat halus (mis. Kabut air). Tetesan air kecil memungkinkan kabut air untuk mengontrol, menekan atau memadamkan api dengan: • mendinginkan api dan gas di sekitarnya dengan penguapan • menggusur oksigen dengan penguapan • menipiskan panas radiasi oleh tetesan kecil itu sendiri Efektivitas sistem kabut air dalam pemadaman kebakaran tergantung pada karakteristik semprotannya, yang meliputi distribusi ukuran tetesan, kerapatan fluks dan dinamika semprot, sehubungan dengan skenario kebakaran, seperti perisai bahan bakar, ukuran api, dan kondisi ventilasi. Penggunaan pencegah kebakaran kabut air, jika dibandingkan dengan penggunaan agen gas dan sistem sprinkler tradisional, telah mengungkapkan keuntungan seperti: • Aktivasi segera • Efisiensi tinggi dalam penindasan berbagai kebakaran • Meminimalkan kerusakan air • Karakteristik yang ramah lingkungan • Tidak ada masalah toksik 4.2.5 Sistem Foam (busa) Busa pemadam kebakaran adalah busa yang digunakan untuk memadakan kebakaran. Perannya adalah untuk mendinginkan api dan melapisi bahan bakar, mencegah kontaknya dengan oksigen, menghasilkan penindasan pembakaran. Busa pemadam kebakaran ditemukan oleh insinyur dan ahli kimia Rusia Aleksandr Loran pada tahun 1902. Surfaktan yang digunakan harus menghasilkan busa dalam konsentrasi kurang dari 1%. Komponen lain dari busa tahan api adalah pelarut organik (mis., Trimetil-trimetilen glikol dan heksilen glikol), penstabil busa (misalnya : Lauryl alkohol), dan inhibitor korosi. Sistem Tekanan Tinggi dan Rendah Busa yang digunakan dalam proteksi kebakaran adalah agregat gelembung berisi udara yang terbentuk dari larutan berair, dan memiliki kepadatan yang lebih rendah daripada cairan yang mudah terbakar. Hal ini terutama digunakan untuk membentuk selimut mengambang yang koheren pada cairan yang mudah terbakar dan mudah terbakar untuk mencegah atau memadamkan api dengan mengeluarkan udara dan mendinginkan bahan bakar. Ini kemudian mencegah penyalaan kembali dengan menekan pembentukan uap yang mudah terbakar, dan juga melekat pada permukaan, memberikan tingkat perlindungan terhadap paparan dari kebakaran yang berdekatan. Busa dapat digunakan sebagai agen pencegahan kebakaran, kontrol atau pemadam untuk cairan yang mudah terbakar di tangki atau area pemrosesan. Busa ekspansi rendah Busa ekspansi rendah komposisi tingkat ekspansi 5: 1, menjadikannya sistem busa pilihan melindungi fasilitas besar dan berbahaya, termasuk; peternakan, tangki petrokimia, bongkar muat didermaga, area pemrosesan dan kilang dan penyimpanan gas alam cair. Busa ekspansi tinggi Dengan laju ekspansi 500: 1, sistem busa Ekspansi Tinggi lebih cocok untuk melindungi fasilitas berbahaya tiga dimensi yang kurang umum termasuk; gudang, konveyor, hanggar pesawat dan terowongan. Dengan demikian, busa ekspansi tinggi diukur dengan output volume daripada tingkat aplikasi, seperti khas busa ekspansi rendah 4.2.6 Sistem Riser Basah (Wet riser) Riser Basah (pipa tegak basah / pra-pemompaan) Induk naik basah dipasang di gedung-gedung tinggi karena tekanan berlebihan yang dibutuhkan untuk memompa air ke tingkat tinggi. Riser basah adalah sistem pasokan yang dimaksudkan untuk mendistribusikan air ke berbagai tingkat atau kompartemen bangunan, sebagai komponen dari sistem pemadam kebakarannya. Di mana riser basah / kering ditemukan? Riser kering akan ditemukan: • di gedung lebih dari 18 meter di atas permukaan tanah • di gedung-gedung tingkat rendah di mana ada jarak yang berlebihan dari pintu masuk (60 m) Riser basah ditemukan di bangunan-bangunan lebih dari 60 meter di atas permukaan tanah Riser basah diisi dengan air dari pasokan bertekanan, sering dipompa dari tangki penyimpanan, dengan katup pendaratan di lokasi tertentu di setiap lantai

Reputasi bisnis dapat membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dibangun, tetapi hanya beberapa saat untuk dihancurkan (Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK,ICPU,ICBU,QIP,AMRP,CIIB,AK3)

Cadangan data yang kuat masih sangat penting. Dengan munculnya Internet, penyimpanan data tambahan dan metode cadangan telah tersedia. Ini termasuk penyimpanan cloud yang diakses melalui Internet dan belum tentu berjalan di jaringan TI bisnis itu sendiri. Karena alasan ini, banyak data yang digunakan oleh bisnis untuk berdagang hari ini direplikasi di seluruh, dan dapat diakses dari, berbagai sumber. Akibatnya, data lebih rentan dari sebelumnya untuk diserang oleh pihak ketiga yang dapat mengeksploitasi koneksi Internet yang tidak terlindungi dengan baik dan keamanan yang lemah untuk mendapatkan akses tidak sah ke informasi penting bisnis; sering dengan niat jahat. Pelanggaran keamanan internal Akses tidak sah ke jaringan TI dan data yang disimpan dapat terjadi sebagai akibat dari karyawan melakukan kesalahan yang tidak disengaja, seperti lupa untuk logout dari proses komputer yang aman, melakukan transaksi pembayaran atau operasi pemrosesan akun, atau hanya lupa untuk logout saat mereka jauh dari komputer mereka untuk jangka waktu tertentu. Pelanggaran keamanan juga bisa merupakan tindakan yang disengaja,, seperti berbagi identitas login, kata sandi atau kartu gesek. Pelanggaran keamanan semacam itu mungkin melibatkan transfer informasi ke / dari jaringan TI bisnis melalui perangkat yang dapat dilepas (seperti stik memori USB), tetapi juga dapat melibatkan ekspor / impor informasi, perangkat lunak, atau malware yang tidak sah melalui Internet. Jika suatu tindakan berakibat pada hilangnya atau rusaknya data, itu dianggap sebagai keamanan komputer atau pelanggaran dunia maya, terlepas dari apakah itu disebabkan oleh kesalahan yang tidak disengaja atau tindakan jahat. Dengan demikian, bisnis harus menginstal sistem yang kuat untuk mengendalikan akses ke komputer, perangkat lunak, dan sistem datanya. Karyawan harus menerima pelatihan keamanan dunia maya sehingga mereka mengetahui risiko dan cara mengurangi risiko tersebut Sebagian besar karyawan tidak memerlukan akses ke semua tingkat jaringan TI bisnis setiap saat. Menerapkan sistem log-in kata sandi untuk memungkinkan karyawan mengakses hanya informasi dan perangkat lunak yang mereka perlukan untuk melakukan pekerjaan mereka hanyalah beberapa contoh tindakan dasar yang dapat diambil. Akses ke sistem mungkin juga perlu diperluas ke sumber daya berbasis Internet, termasuk penggunaan email dan browser Internet. dalam hal ini, tindakan lebih lanjut harus dipertimbangkan untuk membatasi akses hanya ke sumber daya online yang diperlukan. Penting bagi bisnis untuk mempromosikan kesadaran akan risiko dan ancaman cyber di seluruh organisasi, dan agar karyawan menyadari tanggung jawab mereka sendiri untuk keamanan data setiap saat. Pernyataan yang jelas tentang kebijakan perusahaan, didukung oleh program pelatihan yang berkelanjutan untuk mendidik karyawan dalam keamanan cyber yang efektif, adalah sesuatu yang harus diterapkan oleh semua bisnis Risiko internet Saat ini, sebagian besar bisnis menggunakan Internet untuk kegiatan bisnis dasar, termasuk penjualan dan pemasaran, perdagangan elektronik, dan untuk berkomunikasi dengan pelanggan, karyawan, dan pemasok. Perdagangan e-Commerce, meskipun dianggap positif dengan peluang dan manfaat tertentu, juga dapat menimbulkan risiko dan ancaman tambahan bagi bisnis. Setiap hari, bisnis di seluruh dunia mengalami serangan cyber di jaringan TI mereka melalui koneksi Internet mereka. Biasanya, ini adalah upaya untuk mengakses informasi, mencuri uang atau kadang-kadang hanya dengan sengaja mengganggu jalannya bisnis tanpa alasan tertentu. Serangan dunia maya dapat berupa serangan virus perangkat lunak jahat (malware), akses tidak sah (peretasan), dan pembongkaran atau pemutusan hubungan internet (penolakan layanan / penolakan layanan yang didistribusikan. Serangan-serangan ini hampir selalu berdampak pada kemampuan bisnis untuk berdagang secara normal dan dapat secara serius memengaruhi profitabilitas perusahaan. 10 langkah menuju keamanan dunia maya Pedoman ini akan membantu bisnis mengembangkan fondasi yang baik untuk manajemen risiko informasi bisnis yang efektif, dengan penekanan khusus pada ancaman dan kerentanan jaringan dan Internet. 10 langkah kami rangkum sebagai berikut: 1. Mengembangkan manajemen risiko informasi dan budaya sadar risiko Adalah penting bahwa kebijakan manajemen risiko siber diberlakukan dengan wewenang penuh dari pemilik, direktur dan manajer bisnis. Bahkan dalam organisasi kecil, diinginkan untuk memiliki satu orang yang perannya mencakup tanggung jawab untuk keamanan informasi dan mengambil langkah-langkah untuk membatasi paparan bisnis terhadap risiko cyber. Risiko dunia maya bukan hanya masalah bagi departemen TI dan karyawan teknis, dan budaya sadar risiko dunia maya hanya dapat efektif dalam organisasi jika ada kebijakan dan komitmen yang jelas yang ditentukan oleh pemilik dan pemimpin bisnis. 2. Pendidikan dan kesadaran pengguna Selain komitmen dari atas ke bawah dari pemilik dan pemimpin bisnis, komponen utama lainnya adalah komitmen dari bawah ke atas oleh karyawan. Semua tingkat karyawan yang membutuhkan akses ke peralatan TI bisnis untuk melakukan pekerjaan mereka harus memahami dengan tepat apa peran dan tanggung jawab keamanan siber mereka. Kebijakan keamanan cyber paling baik didefinisikan sebagai kebijakan tertulis yang disiapkan oleh manajer kunci untuk implementasi di lingkungan kerja. Sangat penting untuk mendidik dan melatih karyawan yang ada dan pemula baru untuk memastikan mereka memahami kebijakan keamanan cyber yang ditetapkan, dan untuk mendapatkan komitmen mereka untuk mematuhinya selama pekerjaan sehari-hari mereka. Dianjurkan untuk mengadakan sesi revisi dan pelatihan ulang secara teratur untuk memastikan kesadaran dan tanggung jawab pengguna dipertahankan secara berkelanjutan, dan untuk mengimplementasikan setiap perubahan keamanan yang mungkin diperlukan saat bisnis tumbuh, terutama jika penggunaan komputer dan perangkat seluler meningkat 3. Manajemen insiden Bisnis yang bergantung pada peralatan TI dan sistem informasi harus menetapkan rencana tindakan yang telah ditentukan sehingga semua karyawan tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi insiden keamanan cyber. Rencana ini umumnya akan menjadi bagian dari keseluruhan rencana kesinambungan bisnis (Business continuity plan - BCP) dan harus mencakup, sebagai minimum, respons pertama dan prosedur eskalasi untuk sistem informasi pemulihan bencana. Dari waktu ke waktu, rencana respons harus dipraktikkan (dengan cara yang sama bisnis mempraktikkan latihan kebakaran) untuk memastikan memadai dan sesuai untuk tujuan. Semua karyawan harus mengetahui nama dan perincian kontak orang yang bertanggung jawab atas keamanan risiko dunia maya untuk bisnis dan dapat menghubungi mereka dengan cepat, lebih disukai secara langsung atau melalui telepon, untuk memberi tahu mereka bahwa suatu peristiwa telah terjadi (atau nyaris celaka dihindari ). Karena pelanggaran yang disengaja dan tindakan jahat oleh karyawan dapat terjadi, bisnis harus memiliki prosedur untuk memindahkan secara resmi personil jika terjadi pelanggaran dan pemecatan. Dalam skenario ini, akses ke jaringan TI bisnis, baik di tempat bisnis dan melalui Internet, harus segera dicegah, biasanya dengan memiliki hak akun pengguna mereka dihapus atau ditangguhkan. 4. Pekerjaan rumah dan seluler Pekerja rumahan dan karyawan yang dilengkapi dengan laptop dan smartphone sekarang menjadi fitur rutin sebagian besar bisnis saat ini. Perangkat ini sering beroperasi secara independen dari sistem TI tetap yang terletak di lokasi bisnis dan dapat duduk di luar firewall atau perangkat lunak pertahanan virus yang melindungi jaringan. Akibatnya, kebijakan keamanan cyber perangkat seluler khusus harus ada. Semua karyawan harus disadarkan akan tanggung jawab mereka sendiri dan dilatih dengan baik untuk mematuhi kebijakan. Biasanya, ini termasuk menerapkan prosedur keamanan seperti jaringan aman, yang mencakup penggunaan enkripsi untuk memastikan bahwa data bisnis yang sensitif dienkripsi ketika diakses, disimpan atau dikirim secara online, dan dibatasi hanya untuk pengguna yang berwenang. Organisasi juga harus sadar bahwa, setiap saat, penting untuk melindungi data sensitif sementara secara fisik dalam perjalanan atau saat istirahat. Perangkat seperti laptop bisnis dan / atau media yang dapat dipindahkan (seperti stik memori USB) tidak boleh dibawa dengan santai atau ditinggalkan di tempat yang rentan terhadap pencurian. Semua perangkat seluler yang membawa informasi bisnis atau dapat mengakses jaringan TI bisnis dari jarak jauh harus dilindungi kata sandi dan menginstal sendiri perangkat lunak anti-virus dan firewall. Perangkat lunak anti-virus harus dikonfigurasi untuk memperbarui secara otomatis ketika perangkat seluler terhubung ke Internet. Jika perangkat seluler hilang atau dicuri, pemilik bisnis harus memiliki solusi manajemen perangkat seluler di mana, sebagai upaya terakhir, semua data perusahaan dapat dihapus dari jarak jauh dari perangkat tersebut 5. Mengelola hak pengguna Sejauh mungkin secara praktis, akses karyawan dan pihak ketiga ke komputer bisnis dan jaringan TI harus dibatasi hingga tingkat minimum yang diperlukan untuk menjalankan fungsi pekerjaan atau memproses transaksi bisnis. Akun yang diistimewakan (yang digunakan oleh sistem dan administrator jaringan untuk mendapatkan akses luas ke sistem komputer bisnis dan kontrol jaringan) harus dibatasi pada orang kunci sesedikit mungkin. Orang yang bertanggung jawab atas keamanan risiko siber untuk bisnis harus mengeluarkan panduan kepada pengguna terkait penggunaan kata sandi yang sesuai. Perubahan kata sandi harus terjadi secara otomatis (dikenal sebagai perubahan yang dipaksakan) pada interval yang sesuai dengan tingkat akses yang diperlukan, tetapi lebih sering bagi pengguna yang memiliki akses ke akun dan informasi sensitif. Untuk memastikan pengguna memiliki tingkat akses yang benar, akses jaringan (seperti log-in / log-out, waktu online dan aktivitas terkait lainnya) harus direkam (secara manual atau otomatis menggunakan perangkat lunak). Secara berkala, informasi ini harus diaudit oleh orang senior yang ditunjuk atau manajer bisnis yang dapat menafsirkan informasi tersebut dengan kebijaksanaan dan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Perlu diingat bahwa karyawan perusahaan memang memiliki hak privasi. Karena itu, tanggung jawab untuk mengaudit informasi pengguna semacam itu harus dibatasi secara ketat hanya untuk personel senior berdasarkan kebutuhan. 6. Kontrol media yang dapat dilepas Sejauh mungkin, bisnis harus membatasi penggunaan media yang dapat dilepas seperti stik USB, kartu memori, CD dan DVD. Jika penggunaan seperti itu tidak dapat dihindari, proteksi kata sandi harus digunakan dan media harus secara otomatis dipindai dari virus dan malware sebelum mengimpor data ke atau dari jaringan TI bisnis yang terhubung. 7. Memantau Bisnis Dengan jaringan TI harus mempertimbangkan untuk menginstal pemantauan akses jaringan dan perangkat lunak keamanan. Perangkat lunak ini memiliki kemampuan untuk terus memantau pengguna bisnis yang terhubung di jaringan TI, serta permintaan koneksi eksternal yang dibuat oleh pengguna yang menelusuri atau mengakses sumber daya bisnis melalui Internet. Ketentuan dapat didefinisikan dalam perangkat lunak pemantauan untuk meningkatkan alarm kepada pemilik bisnis dan manajer jika terjadi kegiatan yang tidak sah. Jika ada masalah yang terdeteksi, ini harus ditingkatkan dan diselidiki oleh orang dalam bisnis yang bertanggung jawab atas keamanan risiko siber 8. Konfigurasi aman Mencegah, mendeteksi, dan membatasi dampak risiko dan ancaman siber sangat tergantung pada firmware dan perangkat lunak jaringan TI bisnis yang mutakhir, sehingga penting untuk memastikan patch keamanan terbaru dan perbaikan bug diterapkan. Oleh karena itu, penting bahwa ada prosedur yang ditetapkan untuk menerapkan tambalan operasional dan keamanan dan pembaruan virus. Biasanya memiliki orang yang ditunjuk yang memastikan bahwa pembaruan ditinjau dan diterapkan secara teratur, dan yang menyimpan catatan atau catatan tertulis. Langkah-langkah keamanan dan sistem anti-virus juga harus selalu diperbarui untuk memastikan efektivitasnya terhadap ancaman terbaru yang berkembang hampir setiap hari. Sebagian besar perangkat lunak perlindungan dirancang untuk memperbarui definisi virus secara otomatis (asalkan ada koneksi Internet yang valid) dan akan terus memindai virus dan malware tanpa mengganggu komputer utama dan aplikasi perangkat lunak. Bisnis juga harus menyusun inventaris terperinci dari semua peralatan dan perangkat lunak TI, dan harus bertujuan untuk menetapkan konfigurasi standar yang aman untuk semua peralatan TI yang ada dan yang akan datang; sejauh mungkin, setiap konfigurasi komputer bisnis dan pengalaman pengguna harus konsisten. Akses pengguna ke jaringan TI bisnis umum kemudian menjadi lebih mudah untuk dikelola melalui prosedur terpusat, dan membuatnya lebih mudah untuk memberikan pembaruan perangkat lunak dan anti-virus yang umum. 9. Perlindungan malware Perangkat lunak perlindungan anti-virus dan malware biasanya merupakan pertahanan utama terhadap kerusakan jaringan dan sistem TI sebagai akibat dari ancaman eksternal dari Internet. Virus sering dibawa sebagai lampiran email, atau mungkin secara tidak sengaja (atau sengaja) diunduh melalui Internet. Mereka juga dapat dimuat ke jaringan TI bisnis melalui titik akses jaringan internal jika media yang dapat dilepas digunakan. Pemindaian dan pemantauan untuk virus dan malware di seluruh sistem informasi dan jaringan organisasi harus merupakan proses yang berkelanjutan, berjalan setiap saat. Jika ancaman virus terdeteksi, perangkat lunak anti-virus sering dapat menetralisirnya sebelum menyebabkan kerusakan pada jaringan TI, atau setidaknya akan mengkarantina sehingga tidak dapat menyebar ke seluruh jaringan TI. Alarm aktivitas virus dan malware otomatis harus segera memberi tahu orang yang bertanggung jawab atas keamanan risiko siber untuk bisnis ini. Harus ada strategi eskalasi untuk mengisolasi virus dari komputer lain dan perangkat penyimpanan di jaringan secepat mungkin jika tindakan anti-virus tidak dapat menetralkannya secara otomatis. 10. Keamanan jaringan Organisasi perlu melindungi jaringan TI mereka dan penyimpanan data terhadap ancaman internal dan eksternal, sementara pada saat yang sama dapat terhubung ke Internet dengan aman. Untuk mencapai hal ini, perimeter jaringan yang menghadap Internet harus dilindungi oleh firewall, yang dapat berbentuk perangkat lunak atau perangkat keras tergantung pada ukuran jaringan Jaringan yang terkoneksi internet lebih lanjut dapat memanfaatkan jaringan perimeter, area pementasan yang aman antara jaringan aman internal organisasi dan Internet. Ini menambahkan lapisan perlindungan tambahan dengan hanya memaparkan sebagian kecil jaringan ke Internet